Bacaan Doa Masuk Masjid dan Sholat Tahiyatul Masjid

Ketika seseorang hendak melaksanakan sholat berjamaah atau tilawah qur’an di masjid atau untuk keperluan lainnya yang bersifat agamis hendaklah membaca doa masuk masjid karena hal ini disunnahkan dan barang siapa yang membaca doa ketika masuk masjid maka Allah Swt., memberinya pahala.

Dibawah ini adalah doa masuk masjid:

اَللّهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Latin :

Allaahummaftahlii abwabaa rahmatika

Artinya :

”Ya Allah bukakanlah bagi aku pintu-pintu Rahmat-Mu”

Masjid adalah tempat suci bagi umat islam dan barang siapa melangkahkan kakinya ke masjid untuk menunaikan kewajiban terhadap Allah, maka Allah akan memberikan ganjaran terhadapnya dan akan meninggikan derajatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.,

إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ

Latin :

Idzaa tawadhoo’ fa-ahsanal wudhuu-a tsumma khoraja ilalmasjidi laa yukhrijuhu illassholaatu lam yakhtho khotwatan illaa rufi’at lahu bihaa darajatan wahuttho ‘anhu bihaa khotiiah

Artinya :

”Jika seseorang berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melakukan sholat berjamaah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat dan akan dihapuskan satu kesalahannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain membaca doa masuk masjid ada beberapa adab mamasuki masjid yang harus kita ketahui agar dapat segera mempraktikannya:

1). Berwudhu

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa masjid merupakan tempat yang suci maka ketika hendak memasuki masjid kitapun harus mensucikan diri dari segala hadast, bila hadast kecil kita harus berwudhu terlebih dahulu. Namun jika memiliki hadast besar tentu saja kita harus mandi junud atau mandi besar terlebih dahulu baru setelah itu berwudhu.

2). Menggunakan Pakaian Sopan

Masjid adalah tempat dimana umat islam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt., hendaklah kita mengenakan pakaian sopan ketika akan berhadapan dengan Allah (Sholat).

3). Membaca Doa Masuk Masjid

Hal ini sudah jelas sebagaimana disebutkan diatas, hendaklah seseorang mambaca doa masuk masjid ketika akan memasukinya.

4). Mendahulukan Kaki Kanan

Mendahulukan kaki kanan ketika memasuki masjid adalah sunnah yang sering kali dilupakan padahal terdapat nilai kebaikan dan Allah akan memberikan pahala jika kita sebagai hamba-Nya senantiasa melaksanakan sunnah-sunnah yang dianjurkan Rasulullah Saw.,

5). Melaksanakan Sholat Tahiyatul Masjid

Salah satu sholat sunnah ada yang namanya sholat tahiyatul masjid, sholat tahiyatul masjid ini dilakukan ketika seseorang telah memasuki masjid dan langsung melaksanakan sholat sunnah tersebut tidak boleh duduk terlebih dahulu kecuali lupa dan itupun dalam kondisi duduk yang tidak terlalu lama (tentu saja sholat sunnah tahiyatul masjid dilakukan jika kita datang ke masjid sebelum waktu sholat tiba).

Nabi Muhammad SAW., bersabda:

فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ، فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ

Latin :

Fa-idzaa dakhola ahadukumulmasjida, falaa yajlis hattaa yarka’a rak’ataini

Artinya :

”Apabila kalian memasuki masjid, jangan duduk sampai melaksanakan sholat dua rakaat.” (HR. Muslim)

Adapun tata cara melakakukan sholat tahiyatul masjid pada dasarnya sama dengan sholat lainnya mulai dari bacaaan hingga gerakan dalam sholatnya.

Untuk lebih jelas dibawah ini tata cara melakukan sholat tahiyatul masjid:

1). Membaca niat sholat tahiyatul masjid

أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

Latin :

Ushollii tahiyyatal masjidi rak’ataini tsunnatal lillaahita’aalaa

Artinya :

”Aku berniat melakukan sholat tahiyatul masjid dua rakaat sunnah karena Allah Ta’ala.”

2). Takbiratul ihram, mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya :

“Allah Maha Besar.”

3). Membaca Al-qur’an surat Al-fatihah ayat 1 – 7

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم . ١
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ . ٢
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ . ٣
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ . ٤
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . ٥
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . ٦
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ . ٧

Artinya :”

  • Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  • Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  • Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  • Yang menguasai hari pembalasan.
  • Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
  • Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
  • (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. Bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

4). Membaca surat pendek, misalnya qur’an surat An-nass 1-6

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . ١
مَلِكِ النَّاسِ . ٢
إِلَٰهِ النَّاسِ . ٣
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . ٤
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . ٥

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ . ٦

Artinya :”

Dengan menyebuat nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

  • Katakanlah aku berlindung pada Tuhannya manusia
  • Rajanya manusia
  • Tuhannya manusia
  • Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi
  • Yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada manusia
  • Dari (golongan) jin dan manusia

5). Setelah membaca Al-fatihah dan surat pendek dalam Al-qur’an kemudian takbiratul ihram seraya mengangkat kedua belah tangan اللَّهُ أَكْبَرُ kemudian rukuk (badan membungkuk. kedua tangan memegang lutut posisi punggung dan kepala rata sambil membaca lafadz:

سُبْحَانَ رَبِّي العَظِيم

Artinya :

”Maha Suci Tuhanku yang Maha Besar.”

6). Setelah rukuk kemudian bangkit dangan mengangkat kedua belah tangan dan I’tidal. Bacaan ketika mengangkat kedua belah tangan setelah rukuk,

سمع الله لمن حمده

Artinya :

“Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya.”

Dilanjutkan dengan bacaan I’tidal yaitu:

ربنا لك الحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد

Artinya :

”Ya Allah Tuhan kami bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki setelah itu.”

7). Sujud (meletakan dahi kebumi dengan mendahulukan lutut atau tangan) setelah selesai I’tidal kemudian sujud sambil mengucapkan اللَّهُ أَكْبَرُ kemudian membaca bacaan sujud.

سُبحانَ ربِّيَ الأعلى

Artinya :

”Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi.”

8). Duduk antara dua sujud, setelah melakukan sujud pertama kemudian bangkit sambil mengucapkan اللَّهُ أَكْبَرُ lalu membaca bacaan duduk diantara dua sujud yaitu:

رَبِّ اِغْفِرْ لِي, وَارْحَمْنِي, وَاهْدِنِي, وَارْزُقْنِي, وَاجْبُرْنِي وَعَافِنِي

Artinya :

”Wahai Rabbku, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah petunjuk kepadaku, berilah rezeki kepadaku, cukupkanlah aku, dan selamatkanlah aku (dari berbagai macam penyakit).”

9). Sujud kedua, setelah selesai membaca bacaan duduk diantara dua sujud kemudian sujud kedua sambil mengucapkan اللَّهُ أَكْبَرُ . Bacaan sujud kedua sama dengan ketika kita sujud pertama سُبحانَ ربِّيَ الأعلى

10). Kemudian berdiri untuk rakaat ke-2 hingga sujud kedua dirakaat ke-2 dan membaca tasyahud akhir kemudian salam.

Itulah doa ketika memasuki masjid dan tata cara sholat tahiyatul masjid atau sering disebut juga sholat masjid.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN