Pengertian Pantai Menurut Para Ahli, Jenis dan Klasifikasi Pantai

Pantai sering dijadikan tempat wisata, tak jrang pantai juga menjadi tempat rekreasi dan melepas penat baik bagi keluara, teman, ataupun seorang individu yang sedang mencari ketenangan.

Sebagai Negara kepulauan tentunya kita sudah sangat akrab dengan kata [antai atau mungkin beberapa dari kita tinggal di lokasi yang sangat dekat dengan pantai.

Meskipun sering disalpahami dan dianggap sama dengan pesisir sebenarnya pantai dan pesisir adalah hal yang berbeda. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan apntai? Yuk, kita telusuri penjelasan berikut.

Pengertian Pantai Menurut Ahli

Berikut dibawah ini pengertian pantai menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.

1). Pengertian Pantai Menurut Yuwono (1992)

Menurut Yuwono (1992), pantai adalah jalan setapak yang menjadi batas antara daratan dan laut, diukur pada saat pasang tertinggi dan surut terendah, dipengaruhi oleh lautan fisik dan kondisi sosial ekonomi maritim, sedangkan ke arah darat dibatasi oleh proses dan aktivitas alam manusia di lingkungan terrestrian.

2). Pengertian Pantai Mneurut Ginting (2004)

Menurut Ginting (2004), pantai adalah suatu kawasan yang merupakan batas antara darat dan laut. Berbagai jenis pantai karena berbagai proses, seperti erosi, transportasi dan pengendapan oleh adanya gelombang, arus dan angin yang berlangsung secara bersamaan terus menerus. Pesisir adalah daerah antara batas tertinggi pada saat air pasang sampai batas terendah pada saat air surut. Pantai, yang sangat dipengaruhi oleh gelombang laut, merupakan zona tempat pengendapan hasil erosi air laut.

3). Pengertian Pantai Menurut Djauhari Noor (2014)

Menurut Djauhari Noor (2014) pantai adalah suatu kawasan dimana air laut dan tanah bertemu. Pantai adalah daratan sempit atau luas dimana pengaruh air laut berpengaruh pada cara pembentukannya. UU No. 27 Tahun 2007 pantai adalah daratan di sepanjang pantai yang luasnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

4). Pengertian Pantai Menurut Robert J. Kodoatie dan Roestam Syarief (2010)

Menurut Robert J. Kodoatie dan Roestam Syarief (2010) pantai adalah kawasan yang berada di tepi laut dibatasi antara air surut terendah dan pasang tertinggi. Di mana wilayah pesisir ini terdiri dari tanah dan air. Di wilayah pesisir ini, masing-masing wilayahnya dipengaruhi oleh aktivitas darat (dilakukan di wilayah perairan) serta kegiatan kelautan (dilakukan di wilayah darat) sehingga saling memengaruhi.

5). Pengertian Pantai Menurut Permen Pekerjaan Umum Nomor 09/PRT/M/2010

Menurut Permen Pekerjaan Umum Nomor 09/PRT/M/2010 tentang Pedoman Perlindungan Pesisir, disebutkan bahwa pantai adalah suatu kawasan yang merupakan titik temu laut dan diukur pada saat tertinggi dan terendah. pasang surut. Sedangkan wilayah pesisir adalah daratan dan perairannya yang wilayahnya saling mempengaruhi baik oleh aktivitas darat maupun laut (laut).

6). Pengertian Pantai Menurut B Triadmodjo

Menurut B Triadmodjo, pantai merupakan batas antara wilayah daratan dan lautan. Dimana wilayah daratan adalah suatu wilayah yang terletak di atas dan di bawah permukaan mulai dari garis batas yang melewati garis batas tertinggi. Sedangkan wilayah laut adalah wilayah yang terletak di atas dan di bawah permukaan laut yang dari sisi laut berada pada garis surut terendah, termasuk dasar laut dan bumi di bawahnya. (Triadmodji, 1999)

Proses Terjadinya Pantai

Terkadang mungkin kita bertanya-tanya tentnag bagaimana pantai bisa terbentuk. Pantai merupakan bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terletak di wilayah pesisir laut. Wilayah pesisir merupakan batas antara perairan darat dan laut.

Panjang garis pantai ini diukur di sekitar seluruh pantai yang merupakan wilayah teritorial suatu negara. Pantai terjadi karena ombak yang menerpa tepian daratan tanpa henti, sehingga terkikis, gelombang destruktif inilah yang disebut dengan ombak destruktif.

Akan tetapi ada berbagai proses terbentuknya pantai, maka dari itu pantai juga berbeda-beda sesuai klasifikasinya.

Jenis – Jenis Pantai Berdasarkan Proses Terbentuknya

1). Pantai Spit, yaitu pantai yang salah satu ujungnya terhubung dengan daratan.

2). Pantai Baymouth, yaitu sebuah bukit di pantai yang merupakan teluk dengan lautan.

3). Pantai Tambolo, yaitu sebuah bukit di pesisir pantai yang menghubungkan pulau dengan pulau induk.

4). Pantai Fjord, yaitu pantai sempit yang panjang dengan tebing terjal. Pantai ini terjadi karena erosi gletser.

5). Pantai Ria, pantai ini menyerupai Pantai Fjord, bedanya Pantai Ria berada di muara dan lebih besar serta tebingnya lebih curam, pantai ini terbentuk karena lembah sungai yang tergenang air.

6). Pantai Sekaren, pantai ini tidak jauh ke pedalaman, di depannya terdapat banyak pulau-pulau kecil.

7). Pantai berbukit berpasir. Pantai yang terjadi karena perbedaan pasang surut air laut.

8). Pantai dengan danau atau disebut pantai laguna adalah danau pesisir yang dipisahkan dari laut oleh Nehrung (lidah darat) dan di dalamnya terdapat sungai yang bermuara.

9). Pantai Liman merupakan teluk kecil di muara sungai yang terjadi akibat penurunan dasar sungai dan erosi sungai.

10). Muara Pamtai, mirip dengan pantai Liman, muara sungainya lebar (berbentuk corong) bedanya dasarnya lebih dalam karena erosi pasang surut.

11). Pantai Delta, merupakan pantai yang memiliki Delta. Delta terjadi karena hasil erosi sungai yang menumpuk di muara sungai.

12). Pantai Karang, pantai yang memiliki banyak pulau atau bebatuan di sepanjang pantainya.

Klasifikasi Pantai di Indonesia

Sebagai Negara kepulauan yang memiliki banyak pantai, ada beberapa klasifikasi dari pantai yang ada di Indonesia.

Menurut Nazaruddin dalam Khariyah (2005) ada empat klasifikasi pantai yag ada di Indoensia, anatara lain:

1). Pantai miring merupakan pantai yang menunjukkan ciri utama pengangkatan. Pantai yang landai berupa pegunungan. Fitur utama dari pantai ini adalah pantai atau curam yang terletak jauh lebih tinggi daripada yang bisa dicapai gelombang. terletak terutama di daerah yang belum stabil di Indonesia. Misalnya, pantai di pulau Sulawesi Selatan, Pantai Selatan Pulau Jawa.

2). Pantai Sub Emergence, yaitu pantai yang menunjukkan ciri khas berupa penurunan tanah. Pantai yang awalnya daratan kemudian terjadi amblesan, tanah tergenang air akibat luapan air ke dalam tanah. Sebagai bukti bahwa pantai ini adalah tanah yang turun dapat ditunjukkan oleh ada bekas sungai di dasar laut. Misalnya, Sungai Musi, Sungai kapuas yang bisa ditempuh sampai ke Laut Cina.

3). Pantai Majemuk adalah pantai yang memiliki ciri khas kombinasi pantai emergence dan sub emergence. Banyak pantaiyang telah mengalami banyak perubahan di permukaan laut baik naik ataupun turun lalu formasi tertinggal ada berbagai macam, ada yang pengangkatan dan ada pula yang juga penururnan, itulah mengapa pantai ini disebut sebagai pantai majemuk. Contoh di beberapa tempatdi pantai selatan pulau jawa, pantai barat pulau sumatera dan Sulawesi Barat.

4). Pantai netral adalah pantai yang tidak menunjukkan ciri-ciri pantai emergence ataupun pantai subemergene tetapi luas daratan meningkat oleh hasil pengendapan. Kelompok pantai ini tidak memiliki karakteristik dampak pengangkatan atau dampak penurunan atau hanya sedikit sekali.

Demikian ulasan kami mengenai pengertian pantai menurut ahli, jenis serta klasifikasi pantai.

Semoga ulasan kami membantu, khususnya dalam memahami pantai. Terimakasih sudah berkunjung ya!

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN