VIDEO Penggerebekan Viral, Sejoli Bocil Tertangkap Basah Berduaan Toilet Musala di Pekalongan

Subtitle goes here

By:

Oktober 19, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Beredar video di sosial media sepasang anak di bawah umur berada di kamar mandi musala.

Video tersebut berdurasi 30 detik dan diposting di akun Instagram @beritapekalongan1 dan video tersebut sudah diposting 20 jam yang lalu dan sudah ditonton sebanyak 11.749 dan mendapatkan komentar sebanyak 172 komentar.

Dalam video tersebut diberikan caption ‘BOCIL ME**M DI MUSHOLA, sepasang anak dibawah umur tertangkap basah oleh warga sedang berbuat me**um di mushola di daerah Medono Central, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Minggu (17/10/2021).

Awalnya saat dipergoki, mereka tidak mau keluar dari dalam WC musala.

Warga bahkan sampai pintu di gedor-gedor berulang kali.

Akhirnya salah satu warga naik ke atas untuk memastikan apa yang sedang dilakukan kedua bocah itu di dalam WC.

Menurut keterangan warga yang melihat dari atas, salah satu diantaranya sudah tidak mengenakan pakaian.

Ketika ada warga yang naik ke atas, mereka akhirnya berani keluar dan setelah itu keduanya dibawa oleh pengurus mushola.

Saat Tribunjateng.com memantau di lokasi, musala yang diduga dijadikan mesum anak dibawah umur ini berada di Musala Al Muchtar, Medono Pekalongan, Jalan Karya Bakti RT 2 RW 5, Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Lantas Kapolsek Pekalongan Barat bersama anggota babinkamtibmas tiba di Musala untuk mencari data-data dan meminta keterangan dari warga setempat.

Nur Rochman (42) marbot Musala Al Muchtar menceritakan, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (17/10/2021) siang.

“Kejadiannya sekitar 13.45 WIB, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang buruh bangunan yang melihat ada sepasang anak yang masuk ke dalam musala secara bergantian,” kata Nur Rochman (42) marbot Musala Al Muchtar kepada Tribunjateng.com, Senin (18/10/2021) siang.

Ia datang ke musala, karena mendapatkan laporan dari buruh bangunan adanya dua anak di bawah umur perempuan dan laki-laki berada di kamar mandi musala.

“Benar ada dua anak di bawah umur, saat saya tiba di musala.

Saya kenal dengan anak laki-laki itu dan saya langsung antar pulang dan diserahkan kepada orang tuanya,” ucapnya.

Setelah pulang mengantarkan pulang anak laki-laki itu, ia kembali ke musala lagi untuk menanyai anak perempuan tersebut.

Tapi setelah itu, ternyata si anak perempuan sudah pergi.

“Kejadian ini baru pertama kali terjadi di musala ini dan semoga tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Jeffri (24) saksi mata yang memanjat ke tembok kamar mandi musala dihadapan Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu menceritakan, awal kejadiannya itu buruh bangunan melihat anak masuk kamar mandi, dikira anak itu hendak salat.

Kemudian, saat buruh bangunan hendak salat, sebelum itu menuju ke toilet musala karena hendak buang air kecil.

Tapi saat sampai di kamar mandi mendapati pintu terkunci.

“Karena buruh bangunan itu curiga, kemudian memberitahukan ke saya.

Lalu, saya bersama buruh bangunan mengeceknya, setelah mencoba berkali kali mengetuk pintu, tapi tidak keluar juga.”

“Lalu, saya langsung naik ke atas pintu, ternyata benar sepasang anak itu ada di dalam kamar mandi.

Dan katanya salah satu anak ini sudah lepas baju,” katanya.

Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu, membenarkan adanya kejadian tersebut dan viral di sosial media.

Melihat itu, pihaknya langsung memerintahkan babinkamtibmas untuk mengecek kejadian tersebut.

“Setelah dicek benar video tersebut, ada anak laki-laki dan perempuan berada di kamar mandi,” kata Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu.

Pihaknya menegaskan, kejadian itu bukan perbuatan mesum karena saksi yang melihat tidak melakukan apa-apa.

“Saksi cuma hanya melihat ada dua anak di kamar mandi dan tidak melakukan perbuatan yang senonoh,” tandasnya.

Kemudian, warga menyerahkan kedua anak itu ke pengurus musala.

Setelah diserahkan, pengurus musala ternyata mengetahui salah satu anak tersebut.

“Pengurus musala ada yang mengetahui orangtua dari bocah laki-laki tersebut, sehingga langsung diserahkan ke orangtuanya untuk dibina,” imbuhnya.

Setelah pulang dari menyerahkan anak laki-laki, pengurus musala kembali lagi musala untuk menanyai anak perempuan tersebut.

Namun ketika sampai di musala ternyata anak perempuan sudah pergi.

“Karena tidak menemukan sesuatu yang janggal, sehingga masyarakat tidak melaporkan ke polisi,” tambahnya. (Dro)

Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu saat mengecek lokasi kamar mandi yang diduga dijadikan mesum anak di bawah umur.

sumber: tribunnews.com

0 Comment

Comments closed.