Terungkap Sudah di Balik Kematian Ibu dan Anak di Subang yang Cukup Tragis, Ternyata Sosok yang Menyuruh Danu untuk Membersihkan Kamar Mandi Merupakan Seorang Banpol

Subtitle goes here

By:

November 03, 2021

Shares

2.0 of 1 User
Loading...

Belakangan kasus pembunuhan di salah satu daerah di Jawa Barat sempat terdengar cukup heboh.

Pasalnya, ditemukan seorang ibu dan anaknya mengembuskan nafas terakhirnya dengan tragis.

Mulanya seorang ibu dan anak ditemukan di salah satu bagasi mobil yang terparkir.

Korban sempat menjadi teka-teki karena meninggal dengan tak menyisakan tanda-tanda.

Namun, belakangan beredar kabar jika ibu dan anak tersebut merupakan korban pembunuhan.

Bahkan, sosok dalam pembunuhan tersebut hingga kini belum juga diusut tuntas.

Sosok Danu ini belakangan juga ikut diperiksa atas kejadian yang merenggut nyawa seorang ibu dan anak di Subang tersebut.

Kuasa hukum Muhammad Ramdanu alias Danu (21) mengatakan alasan kliennya memasuki TKP kematian ibu dan anak di Subang, Jawa Barat karena disuruh.
Danu ini merupakan keponakan dari Tuti Suhartini (55) salah satu korban.

Kabarnya, terdapat salah seorang oknum Bantuan Polisi (Banpol) yang ikut terlibat dalam pemeriksaan di TKP.

“Pemeriksaan terakhir, terkait ada oknum dari banpol, Danu memang masuk ke dalam rumah betul dan membersihkan bak mandi,” ucap Achmad di Subang, Minggu (31/10/2021).
Ia menjelaskan, kliennya tersebut masuk ke dalam TKP satu hari selepas kejadian dari perampasan nyawa ibu dan anak tersebut.

“Itu kejadiannya waktu tanggal 19 Agustus 2021Danu masuk ke TKP, sehingga, menurut kami itu harus diusut tuntas, saya bersyukur penyidik lebih fokus di situ,” katanya.

Sementara itu, pihaknya sangat mengapresiasi pihak kepolisian yang juga menyelidik terkait kliennya yang memasuki TKP dalam pemeriksaan terakhir yang terjadi pada, Jumat (29/10/2021) lalu.

“Jelas kalo itu harus dibongkar,karena dapat merugikan Danu sendiri nantinya,” ujar Achmad.

Setelah berjalan hari ke-75 kasus dari pembunuhan yang menewaskan ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang tersebut sudah melibatkan 54 saksi.

Kendati demikian, hingga kini teka-teki dalam kasus tersebut masih belum terungkap.

Saat disinggung sosok oknum polisi yang memintai Danu membersihkan bak mandi tersebut kuasa hukum Danu, Achmad Taufan memberikan jawaban.
Diketahui oknum polisi yang dimaksud ternyata merupakan Banpol.

Banpol merupakan kepanjangan dari bantuan polisi identik dengan seseorang yang tugasnya membantu polisi secara sukarela.

Dari keterangan yang disampaikan, kuasa hukumnya mengatakan Danu mengenal oknum polisi tersebut.

“Kalau dalam pernyataan Danu tadi mengenal ya,” ungkap Achmad Taufan.

Tak sampai di sana, ia juga mengungkapkan sosok polisi tersebut sehari-hari ada di Polsek Jalan Cagak, Kabupaten Subang.
Ia menceritakan sehari setelah penemuan mayat Tuti dan Amalia (19/8/2021) diminta menjaga TKP oleh Yoris dan keluarga.

Saat itu, Danu memantau TKP di sekitar SMA di Jalan Cagak.

Namun, Danu melihat seseorang menghampiri TKP dan langsung memberikan bukti foto.

“Sempet foto juga Danu, foto oknumnya dan menghampiri beliau gitu,” ujarnya.

Dari keterangan Danu, oknum tersebut membuka pintu dengan kunci yang dibawanya.

Achmad Taufan mengatakan semua keterangan Danu terkait oknum Banpol meminta membersihkan bak mandi di TKP itu sudah dituangkan dalam BAP.

Kini, pihaknya menyerahkan pemeriksaan itu kepada kepolisian untuk diusut tuntas.

Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan, mengatakan, pemeriksaan kedua Danu seputar kronologi di tanggal 19 Agustus 2021, atau sehari setelah penemuan mayat ibu dan anak di Subang tersebut.

Selain itu, pemeriksaan itu juga difokuskan pada inidikasi kegiatan Danu yang masuk ke TKP.

sumber: hits.grid.id

0 Comment

Comments closed.