Soal Makam Dorce Amblas, Ustadz Luthfi Bashori: Pertanda Allah Murka

Ada apa gerangan kah? makam Dorce amblas menjadi pemberitaan panas pada beberapa waktu terakhir. Hal ini menjadi keprihatinan dari banyak pihak pada kondisi makam artis yang meninggal pada 16 Februari lalu tersebut.

Menurut Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami, Ustadz H. Luthfi Bashori mengatakan seringkali masyarakat Indonesia salah kaprah dalam memahami istilah `wali`. Dalam definisi syariat: Wali adalah kekasih Allah. Seorang wali tidak akan bermaksiat kepada Allah. Seorang wali tidak akan melanggar perintah Allah.

“Jika ada orang ahli bermaksiat serta gemar melanggar perintah dan larangan Allah, niscaya tidak akan menjadi kekasih Allah. Karena Allah itu, laa yakmurukum bis suu-i wal fakhsyaa-i wal munkari wal baghi (Allah tidak memerintahkan kalian berbuat kejahatan, kekejian, kemunkaran dan kemaksiatan),” katanya.

Namun, sebagian masyarakat terkadang memaknai `wali` itu sebagai orang sakti yang dapat melakukan apa saja, hingga tampak berperilaku nyeleneh, atau tidak lumrah dilakukan oleh umat Islam pada umumnya. Bahkan terkadang umat salah bersikap, seperti terhadap orang yang melawan syariat Islam pun tiba-tiba dianggap wali dan diyakini kebenaran sepak terjangnya, karena terlanjur mendapat julukan `wali`.

“Contohnya, jika ada orang yang berpenampilan agamis, seperti senang menggunakan pakaian islami, dengan aksesoris yang tidak umum dipakai masyarakat, lantas ia melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan pada umumnya, hingga yang tampak pada dirinya adalah sifat nyeleneh atau tampak aneh, maka dengan serta merta masyarakat akan menyebutnya sebagai `wali`, sekalipun orang itu tidak jelas aqidahnya, asal usulnya, apalagi bagaimana keabsahan ibadahnya,” ungkapnya.

Konon ada seorang yang terlanjur dikenal sebagai tokoh Islam dan diyakini sebagai seorang `wali`, sekalipun ia tidak pernah shalat fardlu lima waktu, kecuali hanya kadang-kadang saja jika ia anggap penting, demi kelanggengan kedudukannya di mata masyarakat, bahkan banyak perilakunya yang bertentangan dengan syariat Islam.

Antara lain, ia melanggar ayat Alquran secara terang-terangan, pada firman Allah yang artinya:

Dan sesungguhnya Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al-Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir saat mereka mengadakan ritual menyembah tuhan mereka), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka (dalam kemusyrikan). Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik (yang duduk dalam acara ritual orang kafir) dan orang-orang kafir, di dalam Jahannam. (QS. Annisa, 40).

Sang tokoh, justru ikut hadir dalam natalan yang digelar di gereja oleh kaum Nasrani musuh-musuh Allah. Bahkan dalam satu acara, sang tokoh yang diwalikan ini ikut dibaptis oleh pendeta wanita yang datang dari luar negeri. Videonya pun sudah beredar di internet.

Yang lebih runyam, tatkala ia melanggar aqidah tauhid, yaitu melecehkan ayat-ayat Alquran, namun masyarakat masih saja mengagung-agungkannya dan meyakininya sebagai `wali`.

Berita terkait:
  • Halaman:
  • 1
  • 2
JANGAN LEWATKAN