Serasa Mau Pingsan, Ibu Nangis Lihat Bandul Gelang Emas di Ronsen Perut Anaknya

Subtitle goes here

By:

September 11, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Dalam kehidupan seorang ibu rumah tangga, terkadang muncul kejadian menakutkan yang tidak diduga sama sekali. Tak hanya menimpa diri sendiri, pengalaman yang membuat ibu mengurut dada juga bisa menimpa buah hati mereka.

Salah satu kejadian menakutkan yang dialami ibu rumah tangga adalah kala anak kecil menelan benda asing yang ada di hadapannya. Di usia mereka, apapun akan dimasukkan ke dalam mulut sehingga butuh pengawasan ketat orang tua.

Demikianlah yang terjadi pada seorang anak berkebutuhan khusus ini yang menelan benda asing secara tidak sengaja.

Trauma dan keinginannya agar pengalamannya menjadi pelajaran bagi orang lain mendorong Amiza Rahmat, membagikan kisah mengharukan sekaligus mendebarkan ini.

Nyawa Anak Hampir Terenggut Gara-gara Gelang Emas

Seperti para ibu pada umumnya, Amiza sangat ingin mengenakan perhiasan pada anak perempuannya yang bernama Humaira Farisha.

Semua orang tahu kalau Humaira adalah anak berkebutuhan khusus. Amiza memakaikan perhiasan gelang emas pada tangan kiri Humaira karena dianggap tidak banyak bergerak dan cenderung hanya menggenggam saja.

Pada gelang emas itu ada bandul berbentuk macam-macam. Salah satunya berbentuk tas tangan.

Alasan Kesehatan, Pakaikan Gelang Emas ke Anak

Pemakaian gelang ini merupakan upaya Amiza untuk menjaga kesehatan putrinya itu.

Amiza mengaku pernah membaca informasi bahwa anak perempuan yang memakai emas dapat mencegahnya sering terpapar penyakit.

Seperti biasa, pagi itu sebelum berangkat kerja, Amiza melihat Humaira baik-baik saja saat menitipkan putrinya ke tempat penitipan anak.

Dapat Kabar Mengejutkan dari TPA

Namun sekitar jam 9.10 pagi, pengasuh menghubungi Amiza. Suaranya terdengar cemas dan panik, seolah menjadi satu.

” Pengasuh memberitahu saya kalau Humaira tertelan emas. Saya dengar suara Humaira menangis saat pengasuh menelepon. Ya Allah, saat itu jiwa saya seperti meleleh,” kata Amiza.

Amiza seketika meninggalkan kantor yang saat itu ada rapat dengan pimpinannya untuk melihat keadaan putrinya, Humaira.

Bandul Bentuk Tas Tangan Tertinggal di Dalam

Sampai di tempat penitipan anak, pengasuh menceritakan Humaira sudah memuntahkan bandul yang berbentuk bulan. Tapi yang berbentuk tas tangan masih tertinggal di dalam.

Bandulnya sudah keluar, tapi rantainya tertinggal di dalam.

”Jadi, saya putuskan untuk membawa Humaira ke klinik untuk dirontgen dan meminta tolong pengasuh anak untuk mencari yang paling dekat,” kata Amiza.

Sampai di klinik, Amiza mendaftar dan bertemu dokter yang segera melakukan rontgen kepada Humaira. Sambil menunggu hasil rontgen, Amiza tak henti-hentinya berdoa agar bandul tas tangan itu tidak tertelan sampai ke dalam.

Serasa Mau Pingsan, Menyalahkan Diri Sendiri

Namun yang terjadi pada Humaira tidak seperti yang diharapkan Amiza. Dia serasa mau pingsan saat hasil rontgen menunjukkan bandul tersebut sudah masuk dalam perut Humaira.

Amiza hanya bisa memeluk erat Humaira dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya. Saat itu, hanya Allah saja yang tahu bagaimana perasaan Amiza sebagai seorang ibu.

Setelah melihat hasilnya, dokter klinik merujuk Humaira ke RS Selayang untuk menemui dokter spesialis. Dalam perjalanan, Amiza terus mendekap putrinya erat-erat sementara hatinya tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri.

Untung Masuk ke Perut, Bukan Saluran Pernafasan

Sampai rumah sakit, dokter menempatkan Humaira di ruang gawat darurat. Setelah memeriksa Humaira, dokter bersyukur bandul tas tangan itu masuk ke perut, bukan saluran pernafasan.

” Humaira terlihat baik-baik saja, dan dokter bilang boleh pulang dengan rawat jalan. Humaira hanya perlu minum obat untuk mengeluarkan bandul emas itu. Selama 4-5 hari, saya terus mengawasi Humaira,” kata Amiza.

Seperti tidak terjadi apa-apa tapi sangat berbahaya jika bandul gelang emas itu masuk ke saluran pernafasan.

Jadi, ini adalah pelajaran bagi para ibu di luar sana agar berhati-hati ketika memberi perhiasan kepada anak-anak.

Sumber: dream

0 Comment

Comments closed.