Senegara Geger, Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia Ini Akui Jual Nasi Kuning Seharga Rp 3.000 Dengan Modal Rp 10.000 Per Bungkus, Punya Alasan Kuat!

Sosok Jusuf Hamka memang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia yang mendapat julukan sebagai bos jalan tol.

Selain dikenal sebagai pengusaha, ia juga diketahui adalah sosok yang dermawan lantaran sering bersedekah.

Tetapi baru-baru ini nama Jusuf Hamka jadi perbincangan gegara kini diketahui tengah berjualan nasi kuning.

Namun bukan itu yang jadi permasalahan, tetapi alasan utamanya justru membuat orang bertanya-tanya.

Jusuf Hamka diketahui menjual nasi kuning seharga Rp 3000 dengan modal Rp 10.000 per bungkusnya.

Hal itu viral saat diunggah oleh akun TikTok @mebisocom pada (20/10/2021).

Alasan Jusuf Hamka menjual dagangannya dengan harga yang lebih murah dari pada yang ia beli pun akhirnya terkuak.

“Mungkin orang bertanya, saya beli nasi kuning 10.000, saya jual 3000,” ujar Jusuf Hamka.

Meski terdengar merugikan bagi banyak orang, namun sama sekali tidak bagi Jusuf Hamka.

“Secara matematika orang bilang rugi, saya bilang untung!” tegas Jusuf Hamka.

Dirinya pun mengungkap alasan menjual nasi kuning dengan harga yang jauh lebih murah dari pada modal yang dikeluarkan.

“Kalau saya jual 3000, saudara- saudara kita yang biasa makan 10.000 dia bisa makan 3000, dia bisa sedekah buat orang lain yang di bawah dia 3000 juga, dia masih save 4000,” jelasnya.

Ternyata berjualan nasi kuning dengan sistem seperti ini merupakan cara bersedekah ala Jusuf Hamka.

Ia akhirnya membeberkan pandangan apabila diberikan secara cuma-cuma, maka ia menilai hal itu seperti memonopoli sedekah.

“Kok nggak dikasih gratis aja, kalau saya kasih gratis, saya memonopoli sedekah itu, dan saya mememonoppli pahala itu,” lanjutnya.

Melalui unggahan TikTok part lainnya, Jusuf Hamka juga menerangkan mengapa nasi kuning yang dijualnya tersebut.

Jusuf Hamka mengaku nasi kuning yang dibelinya dari warung lain, dan bukannya membuat atau katering sendiri.

Ia mengatakan bahwa program nasi kuning ala dirinya ini memang sengaja dibeli dari warung-warung sekitar.

“Saya bilang nggak boleh kita masak sendiri, katering sendiri, selama masih ada warung setempat, kita harus beli dari warung setempat,” beber Jusuf Hamka.

Dia mengatakan setiap hari membeli nasi kuning dari warung-warung yang berbeda.

“Mereka tanya kenapa, saya bilang, kita mau sedekah, mereka mau cari nafkah. Kita mau cari pahala cari barokah, mereka cari uang buat anak-anaknya sekolah,” tutur pria yang mualaf saat berusia 23 tahun tersebut.

Aksi mulianya menjual makanan murah untuk membantu orang-orang yang kekurangan ini pun mengundang decak kagum dari para warganet.

Mereka beramai-ramai menyampaikan apresiasi terhadap pemikiran anti mainstream pria yang kerap disapa dengan nama Babah Alun ini.

“Pemikiran yang simpel tapi begitu cerdas. Berbagai pahala dengan penjelasan yang logis,” kata @Ael.

“Orang kaya yang sesungguhnya,” komentar @Ali Akbar

“Terima kasih orang baik, semoga barokah dunia akhirat, Aamiin,” kata @Ani Setiawati.

“Bukan maen cara berpikir bapak ini luar biasa, salut,” ujar @Papa Rock n Roll.

“Mulia sekali, bekerja dengan beribadah, sejatinya apa yang kita cari, itulah yang mungkin orang lain nantikan,” tulis akun @Warna Property.

(*)

sumber: sosok.id