Rentetan Pembunuhan Ibu dan Anak Diungkap Pakar, Amalia Diduga Melawan Pelaku yang Dikenalnya

Subtitle goes here

By:

September 15, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Detik-detik pembunuhan ibu dan anak di Subang mendapat sorotan dari Pakar Mikro Ekspresi sekaligus psikologis Poppy Amalya.

Seperti diketahui, ibu dan anak yang bernama Tuti dan Amalia ini dibunuh pada Rabu (18/8/2021).

Ketika mencermati runutan kejadiannya, pakar menduga Amalia Mustika Ratu mengenal pelaku pembunuhan.

Apalagi terkuak saat ibunya terbunuh, Amalia Mustika Ratu sedang asyik main game.

Hal itu didasarkan pada pengakuan pacar korban yang ungkap komunikasi terakhir dengan Amalia.

“Almarhumah terakhir kali mengirimkan pesan kepada saya tuh sekitar pukul 22.47 WIB,” ungkap Dicky, pacar Amalia, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News.

“Saya sempat menanyakan lagi ngapain, sedang apa. Almarhumah menjawab sedang main game di tabletnya,” tambahnya.

Pengakuan sang pacar pun membuat sang pakar, Poppy Amalya mencurigai sesuatu.

Apalagi, disebutkan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang ini hanya mengambil 3 HP Amel setelah membunuh kedua korban.

“HP Amel itu hilang. Berarti pada saat menjawab chat pacarnya, karena tab-nya itu digunakan untuk main game.

Berarti asumsi saya, dia menggunakan HP satu lagi untuk menjawab chat dari pacarnya,” papar Poppy Amalya.

Ketika pacar korban ungkap waktu terakhir komunikasi dengan Amalia, Pakar Mikro Ekspresi kemudian menghubungkan dengan keterangan polisi.

Berdasarkan hasil autopsi, diketahui ada perbedaan waktu 5 jam kematian kedua korban.

Diduga, Tuti dibunuh terlebih dulu sekira pukul 1 pagi.

Setelah itu, Amalia Mustika Ratu diduga dibunuh pada pukul 5 pagi.

“Ibunya (dibunuh) duluan. Sedangkan Amelia meninggal sekitar pukul 05.00 WIB.

Jadi ibunya lima jam sebelumnya. Ada perbedaan waktu lima jam,” kata Kasatreskrim Polres Subang saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/8/2021).

Alhasil, ada rentang waktu sekira 2 jam dari chat terakhir Amalia dengan pembunuhan Tuti ibunya.

Pakar mencurigai Amalia saat main game itu sedang mengenakan headphone, sehingga tidak tahu kalau ibunya sedang dibunuh pelaku.

“Berarti di pukul 22.47 WIB, saat Amel main game, ia tidak mengetahui ibunya sedang meregang nyawa. Dan tidak ada keributan.

Berarti asusmsinya, Amel sedang menggunakan headphone. Sehingga ia tidak mendengar suara apapun. Padahal, kamar korban (Tuti) di TKP berantakan sekali,” papar Poppy Amalya.

Namun, Amalia Mustika Ratu baru mengetahui kalau ibunya terbunuh ketika hendak sholat Subuh, yakni pukul 04.00 – 05.00 pagi.

Pada waktu itu juga, Amalia ikut dibunuh pelaku.

Menurut pakar, saat hendak sholat subuh, Amalia diduga sempat berbincang dengan pelaku menanyakan keberadaan ibunya.

“Polisi menyatakan kalau Amel itu meninggal jam 5. Berarti, asumsinya jam 4 ia baru mengetahui.

Mungkin, ia mencari ibunya. Kemudian, korban bangun lalu berbicara dengan orang tersebut (read: pelaku pembunuhan), menanyakan dimana ibunya, mungkin mau mengajak sholat subuh,” papar pakar.

Namun, Amalia langsung kaget begitu melihat kamar ibunya berantakan dan Tuti sudah dalam keadaan terbunuh.

Mengetahui ibunya terbunuh, Amalia diduga sempat melawan pelaku pembunuhan.

“Karena melihat kamar ibunya berantakan, lihat mayat ibu, maka asumsinya korban, Amel memberontak melawan sekali,” ungkap Poppy Amalya.

Pemaparan pakar soal Amel yang sempat melawan pelaku ini didasarkan pada luka-luka di tubuh korban.

“Amel, ada pemukulan di kepala hingga retak. Karena posisi di kepala, maka darah akan mengucur sangat banyak,” ungkap Poppy Amalya.

Beda halnya dengan jasad Tuti, disebutkan pakar tidak ada luka akibat berusaha melawan pelaku.

“Kalau jasad ibu, selain luka di kepala, ada juga luka di bibir. Itu asumsinya korban dipukul karena ada dialog dengan seseorang yang bisa masuk kamar.

Atau korban dibekap. Atau ada benda di tangan pelaku, hingga sebebkan bibir korban robek,” ungkap sang pakar, Poppy Amalya.

“Tidak ada luka di leher. Bisa jadi korban ibunya ini mati lemas, atau kekurangan oksigen,” tambahnya.

Kemudian, pakar mengungkapkan setelah Amalia dibunuh, pelaku kelimpungan menghilangkan jejak pembunuhan.

“Dan jam 5, sebentar lagi jam 6. Tahu sendiri kan kalau jam 6 itu pasti sudah ramai di Jalan Raya Cagak. Jadi kehabisan waktu dari para pelaku,” papar pakar.

Hingga akhirnya, pelaku pembunuhan pun menyeret jasad Amalia yang masih berlumuran darah ke dalam bagasi mobil.

Tak hanya itu, baju Amalia dilucuti pelaku demi menghilangan jejak.

“Pelaku menyeret Amel tapa dicuci terlebih dahulu. Untuk menghilngkan jejak, dibukalah bajunya,” ungkap pakar.

“Ini agar polisi terkecoh saat korban tidak mengenakan baju. Diduga pelecehan seksual untuk mengecoh polisi, supaya tidak fokus ke pelaku,” pungkasnya. (*)

sumber: tribunnewsbogor.com

0 Comment

Comments closed.