Pengertian Sholat Secara Etimologi, Hakikat dan Dalil

Subtitle goes here

By:

November 13, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Bagi umat muslim, sholat merupakan kewajiban yang senantiasa harus dijalankan selama hidup didunia. Selain demi menjalankan kewajiban, sholat juga bisa memberikan ketenangan batin bagi yang melaksanakannya.

Sebab dengan sholat lah umat muslim bisa merasa berkomunikasi dan dekat dengan Allah SWT. Namun, sudahkah kita memahami pengertian sholat itu sendiri? Agar sama-sama belajar dan menambah pengetahuan, berikut kami sajikan pengertian sholat secara etimologi, hakikat dan dalil berikut!

Pengertian Sholat

Berikut dibawah ini pengertian sholat, antara lain.

Pengertian Sholat Secara Etimologi

Kata sholat merupakan kata serapan dalam bahasa Arab, yaitu shalla. Kata ini berasal dari kata yushalli – shalaatan. Secara bahasa, kata doa berasal dari bahasa Arab yang berarti doa.

Dalam Surah At-Taubah ayat 103, hal itu menjadi dasar pemaknaan ini. Dalam ayat ini, kata doa diartikan sebagai doa. Makna sholat sebagai doa juga diperoleh dari perbuatan dan perkataan yang dilakukan selama kegiatan sholat, tak lin termasuk rangkaian doa.

Sedangkan para ulama mendefinisikan istilah sholat sebagai rangkaian ucapan dan gerakan tertentu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Gerakan takbir perlu didahului dengan niat dan memiliki syarat-syarat tertentu sebelum dilaksanakan.

Abu Hanifah juga menambahkan bahwa makna sholat dengan memberikan ciri-ciri umum gerakannya, yakni gerakan berdiri, rukuk dan juga sujud.

Pengertian Sholat Secara Hakikat

Pada hakikatnya, sholat termasuk ibadah yang tujuannya hanya mengabdikan diri kepada Allah. Dalam pelaksanaan shalat timbul suatu hubungan antara manusia sebagai makhluk Tuhan sebagai pencipta makhluk-Nya.

Mengenai hubungan Allah dengan ciptaannya ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surah Az-Zariyat ayat 56, Surah Yasin ayat 22 dan Surah Al’An’am ayat 162.

Dalam Surah Az-Zariyat ayat 56 disebutkan bahwa manusia dan jin diciptakan hanya untuk ibadah. kepada Allah. Surah Yasin ayat 22 merupakan refleksi bahwa manusia akan kembali kepada Tuhannya sehingga tidak ada alasan untuk tidak beribadah kepada-Nya.

Sementara itu, Surah Al-‘An’am ayat 162 menjelaskan bahwa doa seorang Muslim hanya dipersembahkan kepada Allah yang adalah Tuhan seluruh alam semesta.

Pengertian Sholat Secara Dalil

Dalil mengenai sholat bisa kita lihat dari Al-Qur’an dan Hadis. Untuk lebih jelasnya, masing-masing akan kami jelaskan sebagai berikut:

Dalil dalam Al-Qur’an

Kata salat disebutkan lebih dari 700 kali dalam Al-Qur’an. Perintah shalat tertuang dalam beberapa ayat, yaitu Surah Al-Hajj ayat 77, Surah Al-Baqarah ayat 43 dan 238, Surah An-Nisa’
ayat 103 dan Surah Al-‘Ankabut ayat 45. Dalam surah Al-Hajj ayat 77, tidak secara langsung memberikan perintah untuk sholat. Melainkan menyebutkan dua gerakan sholat, yaitu rukuk dan sujud.

Selanjutnya dalam Al-Qur’an yakni surah Al-Baqarah ayat 43 secara langsung memerintahkan sholat dengan menyebutkan salah satu gerakan shalat yaitu rukuk.

Ayat ini juga disertai dengan perintah untuk melaksanakan ibadah lain yaitu zakat. Surah An-Nisa’ ayat 103 menjelaskan bahwa shalat adalah kewajiban bagi orang yang beriman dengan waktu pelaksanaan yang telah ditentukan.

Manfaat shalat kemudian disebutkan dalam Surat Al-‘Ankabut ayat 45, yaitu untuk mencegah manusia dari melakukan perbuatan keji dan munkar. Setelah perintah dan manfaat shalat disampaikan, maka dalam Surat Al-Baqarah ayat 238, Allah memerintahkan untuk memelihara shalat dan mengerjakannya dengan khusyuk karena Allah.

Berikut ini adalah ayat-ayat lain yang membahas sholat dalam Al-Qur’an:

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan sebelum hari (Penghakiman) datang pada hari itu tidak ada jual beli dan juga persahabatan” (Ibrahim 14:31).

Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji (zina) dan keburukan, dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) lebih besar (keutamaannya daripada ibadah lainnya), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-‘Ankabut 29 : 45).

Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti (orang-orang jahat) yang menyia-nyiakan shalat dan menuruti hawa nafsunya, maka suatu hari mereka akan tersesat.” (Maryam 19:59).

Sesungguhnya manusia diciptakan untuk menjadi pemarah dan kikir. Ketika dia dalam kesulitan dia mengeluh, dan ketika dia mendapat kebaikan dia sangat pelit, kecuali orang yang sholat, mereka tetap sholat.” (al-Ma’arij 70:19-23).

Dalil dalam hadits

Perintah shalat juga disampaikan dalam hadits, dimana dalam hadis riwayat dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad bersabda bahwa salah satu rukun Islam adalah sholat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad.

Ada juga hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa sholat adalah ibadah pertama yang diperhitungkan dalam penghakiman hari kiamat.

Dimana keberuntungan juga akan didapat oleh manusia yang menunaikan shalat dengan baik. Sedangkan orang yang melaksanakan kerugian akan mendapatkan kerugian dan kekecewaan.

Nabi Muhammad juga memberikan analogi tentang pentingnya sholat bagi Islam dan umat Islam. Sholat diibaratkan tiang yang menopang sebuah bangunan.

Dalam analogi ini, bangunannya adalah Islam yang dibangun atas dasar jihad dan sholat digunakan sebagai tiang pondasi Islam serta tiang jalan menuju jihad kepada Allah.

Demikian artikel kami mengenai pengertian Sholat secara etimologi, hakikat dan dalil. Semoga ulasan kami dapat membantu, khususnya menambah wawasan kamu mengenai pengertian sholat. Terimakasih sudah berkunjung.

0 Comment

Comments closed.