Pengertian Seks Bebas Menurut Ahli, Jenis, Faktor Mempengaruhi dan Dampak Seks Bebas

Seks bebas merupakan sebuah pelanggaran norma agama maupun norma lainnya, seks bebas merupakan hubungan seksual dimana penis eraksi memasuki vagina untuk kepuasan seksual dan dilakukan diluar pernikahan.

Ada beberapa dampak yang akan diakbiatkan dari seks bebas karena bergonta ganti pasangan, berikut ini kita akan mengulas lebih banyak hal yang berkaitan dengan seks bebas.

Pengertian Seks bebas Menurut Ahli

Berikut dibawah ini pengertian seks bebas menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.

1). Sarwono

Seks bebas adalah hubungan yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Selanjutnya dikatakan bahwa seks bebas adalah suatu cara melakukan hubungan seksual dengan pasangan tanpa ikatan perkawinan. Seks bebas juga diartikan sebagai cara berkencan, pengetahuan tentang alat kelamin dan cara memikat hati pria.

2). Desmita

Pengertian seks bebas adalah segala cara untuk mengekspresikan dan melepaskan dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual, seperti pacaran, bermesraan, hingga melakukan kontak seksual, namun perilaku tersebut dianggap tidak sesuai dengan norma karena remaja belum memiliki pengalaman seksual.

3). Hall & Lindzey

Bahwa ada kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia, salah satunya adalah kebutuhan fisiologis yang meliputi kebutuhan dasar manusia dalam kelangsungan hidup, yaitu kebutuhan naluriah ini biasanya akan sulit dikendalikan atau ditahan oleh individu terutama dorongan seksual.

4). Banun

Seks bebas atau dalam bahasa populer disebut extra-martial orientation atau kinky-sex merupakan salah satu bentuk pembebasan seksual yang dianggap tidak wajar.

Jenis – Jenis Perilaku Seksual

Jenis dari prilaku seksual adalah beberapa aktivitas yang terjadi dalam hubungan seorang laki-laki dengan perempuan.

Adapun jenis-jenis prilaku seksual menurut Sarwono adalah sebagai berikut ini :

1). Perasaan minat, yaitu minat dan keinginan remaja untuk melakukan perilaku seksual berupa perasaan suka, kasih sayang dan perasaan cinta.

2). Berkencan, yaitu kegiatan remaja saat berpacaran berupa mengunjungi rumah pacar, saling mengunjungi dan berduaan.

3). Bercumbu, yaitu aktivitas seksual pada masa pacaran yang dilakukan oleh remaja berupa berpegangan tangan, mencium pipi, mencium bibir, memegang payudara, memegang alat kelamin di atas pakaian dan memegang alat kelamin di balik pakaian.

4). Hubungan seksual, yaitu kesediaan remaja untuk melakukan hubungan seksual dengan pacar atau lawan jenis.

Faktor Mepengaruhi Seks Bebas

Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan seks bebas, dan umumnya dipengaruhi dari faktor sosial, pendidikan dan lainnya, berikut merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku seksual, antara lain :

1). Keberfungsian keluarga dalam menjalankan fungsi kontrol, penanaman nilai moral, dan komunikasi terbuka. Kurangnya komunikasi yang terbuka antara orang tua dan individu tentang masalah seksual dapat memperkuat munculnya penyimpangan perilaku seksual. Sehingga diharapkan keluarga mampu berfungsi secara optimal untuk membantu remaja menyalurkan dorongan seksualnya dengan cara yang selaras dengan norma dan nilai yang berlaku serta menyalurkan energi psikis secara produktif.

2). Pemahaman dan penghayatan nilai-nilai agama Individu yang memiliki penghayatan nilai-nilai agama yang kuat, integritas yang baik juga cenderung mampu menampilkan perilaku seksual yang sejalan dengan nilai-nilai yang diyakininya dan mencari kepuasan dari perilaku produktif.

3). Akademik Secara teoritis, individu dengan prestasi dan aspirasi yang rendah cenderung melakukan aktivitas seksual lebih sering daripada individu dengan kinerja yang baik di sekolah.

4). Pengalaman seksual Semakin banyak pengalaman mendengar, melihat, dan mengalami hubungan seksual, semakin kuat rangsangan yang dapat mendorong perilaku seksual. Misalnya media massa (film, internet, gambar atau majalah), obrolan dari teman atau pacar tentang pengalaman seksual, melihat orang yang sedang berkencan atau melakukan hubungan seksual.

5). Faktor kepribadian Faktor kepribadian meliputi harga diri, pengendalian diri, tanggung jawab, kemampuan mengambil keputusan, dan nilai. Individu yang memiliki harga diri positif mampu mengelola dorongan dan kebutuhannya secara memadai, memiliki rasa hormat yang kuat terhadap diri sendiri dan orang lain, mampu mempertimbangkan risiko perilaku sebelum mengambil keputusan, mampu mengikatkan diri pada teman sebaya secara sehat dan proporsional, cenderung dapat mencari pelampiasan seksual yang sehat. dan bertanggung jawab.

6). Tekanan dari teman dan lingkungan sosial yang dimasuki remaja juga akan berdampak pada menekan teman yang belum pernah berhubungan seks. Keinginan untuk diterima oleh lingkungan sosialnya begitu besar, sehingga remaja melakukan apa saja untuk membuktikan bahwa dirinya sama dengan teman-temannya, sehingga dapat diterima sebagai bagian dari anggota kelompoknya seperti yang diinginkan.

7). Adanya tekanan dari pacarnya, karena kebutuhan seorang remaja untuk mencintai dan dicintai, maka seorang remaja harus rela melakukan apapun kepada pasangannya, tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya nanti.

8). Adanya kebutuhan jasmani atau jasmani, menurut beberapa ahli seks merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang. Maka wajar jika setiap orang, termasuk remaja, menginginkan seks ini, meski akibat dari perbuatannya tidak sepadan dengan risiko yang akan dihadapi remaja.

9). Ekspresi diri. Faktor ini tidak hanya datang dari diri kamu sendiri. Misalnya, karena dia telah melakukan sesuatu, seorang wanita muda biasanya berpikir bahwa dia tidak punya apa-apa untuk dibanggakan lagi. Maka dengan pemikiran tersebut, remaja akan merasa putus asa dan kemudian mencari pelampiasan yang akan semakin menjerumuskan mereka ke dalam pergaulan bebas.

10). Rasa ingin tahu. Di usianya yang masih belia, rasa ingin tahunya begitu besar terhadap seks. Apalagi jika teman-temannya mengatakan bahwa seks itu enak, ditambah semua informasi yang tidak terbatas masuk. Dengan demikian, rasa ingin tahu ini semakin mendorong individu untuk lebih melakukan berbagai macam eksperimen seperti yang diharapkan.

Dampak Seks Bebas

Setelah melakukan seks bebas umumnya akan ada penyakit yang akan datang kepada orang yang melakukan seks dengan cara bergonta ganti pasangan.

Berikut ini merupakan dampak dari seks bebas, yaitu :

1). HIV/AIDS

HIV/AIDS Penyakit ini terjadi akibat infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merusak sistem kekebalan tubuh. HIV dapat menyebar melalui kontak langsung antara lapisan kulit atau darah dan cairan yang mengandung virus HIV.

Cairan yang mengandung HIV mungkin termasuk darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Jika tidak segera diobati, HIV dapat berkembang menjadi penyakit mematikan yang disebut Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

2). Sifilis

Sifilis juga dikenal sebagai penyakit raja singa.  Penyebaran penyakit ini yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum selama 10-90 hari. Sifilis ditandai dengan munculnya luka kecil melingkar yang hampir selalu muncul di atau di sekitar alat kelamin, anus, atau di dalam mulut.

Beberapa orang tidak mengalami gejala sifilis lebih lanjut, tetapi jika tidak diobati, penderitanya dapat mengalami kebutaan, tuli, borok kulit, penyakit jantung, kerusakan hati, kelumpuhan, bahkan kematian.

3). Gonore

Gonore atau kencing nanah terjadi karena infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit gonore antara lain nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, keluarnya nanah di ujung penis atau vagina, dan nyeri pada alat kelamin.

4). Klamidia

Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada pria yang terinfeksi klamidia, gejala biasanya akan muncul berupa radang saluran kemih, demam, keluarnya cairan dari penis, nyeri, atau rasa berat pada buah zakar.

Sedangkan pada wanita, infeksi klamidia ditandai dengan infeksi saluran kemih dan leher rahim, infeksi pada rahim, iritasi dan keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina, rasa panas saat buang air kecil, nyeri perut bagian bawah, dan pendarahan di luar menstruasi.

5). Kutil kelamin

Kutil Kelamin Gejala awal infeksi ini ditandai dengan adanya kumpulan kutil di sekitar alat kelamin, anus, dan bokong. Dalam beberapa kasus disebutkan bahwa kutil ini ditemukan di bagian dalam vagina yang menyebabkan rasa gatal dan nyeri.

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus HPV, dan merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling cepat menyebar. Virus dapat menyebar melalui kontak fisik langsung, melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi, atau hanya melalui kontak dengan daerah yang terinfeksi. HPV juga dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita.

6). Infeksi jamur (Candida)

Infeksi ragi (Candida) Bagi wanita yang memiliki infeksi jamur, gejalanya mungkin termasuk gatal-gatal di sekitar area vagina.

Sedangkan untuk pria, akan muncul warna merah di ujung penis. Jika parah, area tersebut akan terlihat seperti luka bakar.

7). Herpes simplex

Herpes simpleks Penyakit ini disebabkan oleh virus Herpes Simplex yang menyerang kulit, mukosa, dan saraf manusia. Herpes simpleks terbagi menjadi dua jenis, yaitu herpes simpleks tipe 1 dan 2.

Perbedaannya terletak pada lokasi kemunculannya. Herpes simpleks tipe 1 terjadi di sekitar mulut dan tubuh, sedangkan herpes simpleks tipe 2 terjadi di area genital. Gejala khasnya adalah munculnya bintil-bintil kecil yang bergerombol.

Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Misalnya, melalui ciuman atau hubungan seksual dengan penderita, dan melakukan seks oral atau anal.

Demikian ulasan kami mengenai pengertian seks bebas menurut ahli, jenis, faktor mempengaruhi dan dampak seks bebas.

Semoga ulasan kami membantu, khususnya dalam memberikan pemahaman yang berkaitan dengan seks bebas. Terimakasih ya sudah berkunjung.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN