Pengertian Proses Produksi, Karakteristik, Tahapan dan Tujuan Proses Produksi

Subtitle goes here

By:

November 16, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Semua hal pasti butuh proses, termasuk pula dalam upaya produksi. Sebab tidaklah mungkin suatu produk bisa terwujud tanpa melalui proses yang panjang maupun singkat.

Tampaknya istilah proses produksi sudah tidak asing ditelinga. Namun apakah kita sudah memahami pengertian dari istilah proses produksi itu sendiri?

Agar sama-sama belajar, yuk simak ulasan mengenai pengertian proses produksi, karakteristik, tahapan dan tujuan proses produksi berikut!

Pengertian Proses Produksi

Secara garis besar pengertian produksi adalah sebagai suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai suatu barang. Proses produksi berupa rangkaian tahapan yang harus lalui dalam menghasilkan barang ataupun jasa.

Barang yang dimaksud adalah benda yang mempunyai sifat fisika dan kimia, serta mempunyai jangka waktu tertentu. Sedangkan jasa adalah sesuatu yang tidak memiliki sifat fisik dan kimia, serta tidak memiliki jangka waktu antara produksi dan konsumsi.

Sifat dari proses ini adalah pengolahan, yaitu mengolah bahan baku dan bahan penolong secara manual atau dengan menggunakan peralatan.

Sehingga menghasilkan produk yang nilainya lebih dari barang aslinya. Proses ini juga termasuk didalamnya kegiatan menggabungkan berbagai faktor produksi untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi konsumen.

Bagi kamu yang berkecimpung di dunia bisnis, tentunya wajib memahami tahapan proses dalam menghasilkan barang atau jasa yang tepat. Tak lain agar produksi yang kamu lakukan sesuai dengan harapan dan kebutuhan agar tidak gagal.

Karakteristik Proses Produksi

Karakteristik proses produksi dibagi menjadi tiga, yaitu berdasarkan prosesnya, sifat dan juga masa produksinya. Adapun penjelasan dari masing-masing karakteristik tersebut adalah sebagai berikut!

Berdasarkan Prosesnya

  • Produksi langsung
    Meliputi produksi primer sebagai kegiatan produksi yang bahannya berasal dari alam secara langsung. Misalnya pertanian, pertambangan dan sebagainya. Dilanjutkan dengan produksi sekunder berupa kegiatan produksi dengan menambahkan nilai lebih pada suatu barang yang sudah ada. Misalnya kayu untuk membuat rumah, baja untuk membuat jembatan dan lain sebagainya.
  • Produksi tidak langsung
    Kegiatan produksi yang hanya memberikan hasil dari keahlian atau produk berupa jasa misalnya jasa mekanik, jasa kesehatan, jasa konsultasi dan lain sejenisnya

Berdasarkan Sifat Proses Produksi

  • Ekstraktif, merupakan kegiatan produksi dengan mengambil produk langsung dari alam.
  • Analitis, merupakan kegiatan produksi yang memisahkan suatu produk menjadi bentuk yang semakin mirip dengan aslinya.
  • Fabrikasi, merupakan proses mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk produk baru.
  • Sintetis, merupakan proses penggabungan beberapa bahan produksi menjadi suatu bentuk produk. Dimana proses sintetik ini juga sering disebut sebagai proses perakitan.

Berdasarkan Masa Produksi

  • Produksi berkelanjutan
    Produksi yang menggunakan berbagai fasilitas untuk menghasilkan produk secara terus menerus. Dengan sifat produknya hanya beberapa jenis dan produksinya dalam skala besar tanpa terpengaruh oleh musim atau kondisi cuaca dan waktu.
  • Produksi intermiten
    Produksi yang kegiatannya tidak berjalan sepanjang waktu. Biasanya dipengaruhi oleh perubahan musim, pesanan dan berbagai faktor lainnya.

Tahapan Proses Produksi

Umumnya, proses produksi dapat dibagi menjadi empat tahapan. Adapun keempat tahapan proses produksi yaitu sebagai berikut:

1). Perencanaan

Segala sesuatu yang kita lakukan, tentu saja, membutuhkan perencanaan. Dari aktivitas yang sangat sederhana hingga keputusan untuk melakukan sesuatu yang sangat besar dan berdampak pada hidup kita. Begitu juga dalam tahap produksi, kita membutuhkan perencanaan agar produksi tidak kehilangan tujuan utamanya.

Tahap perencanaan ini merupakan tahapan dalam menentukan beberapa hal dalam proses ini. Seperti produk apa yang akan dibuat, berapa banyak bahan baku, berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksinya.

Pada tahap ini, perusahaan juga akan mendesain bentuk barang. Sebab, perusahaan membutuhkan informasi dan pengetahuan tentang jenis barang yang akan diproduksi. Seiring dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan perencanaan yang baik.

2). Penentuan Rute atau Aliran

Routing atau penentuan arus adalah suatu kegiatan untuk menentukan dan menentukan urutan kegiatan dari proses ini. Mulai dari pengolahan awal bahan baku, pembentukan, pemolesan, finishing, kontrol dan kontrol kualitas.

Bahkan hingga distribusi barang manufaktur, fokusnya ada pada tahap ini. Pada tahap ini, kita harus menentukan aliran secara akurat dan efisien agar produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya dan sebagaimana mestinya.

3). Penjadwalan

Penjadwalan adalah kegiatan untuk menentukan dan menentukan kapan harus melakukan produksi setelah pengaturan alur.

Dalam praktiknya, penjadwalan mempertimbangkan jam kerja pekerja dan lamanya setiap aliran produksi. Dimana pada tahap ini terdapat jadwal induk yang kemudian akan dibagi atau dipecah menjadi beberapa jadwal yang lebih rinci.

4). Pengiriman atau Pesanan untuk Memulai Produksi

Dispatching atau pesanan untuk memulai produksi adalah kegiatan untuk menentukan dan menetapkan proses pemberian pesanan untuk memulai produksi setelah jadwal produksi yang telah ditetapkan.

Dalam pengiriman, hasil dari tahapan sebelumnya akan dicantumkan. Termasuk semua detail mulai dari bahan baku, alur produksi, hingga waktu produksi. Jika tahapan ini dapat
berjalan dengan baik, maka proses produksi juga akan berhasil.

Tujuan Proses Produksi

Setelah memahami pengertian dari produksi, tentu yang menjadi pertanyaan adalah apa tujuan dari proses produksi itu sendiri? Ada beberapa tujuan tahapan produksi yang perlu diketahui, antara lain adalah:

1). Memenuhi kebutuhan manusia dalam mencapai kesejahteraan dari ketersediaan barang dan jasa.

2). Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan.

3). Memberikan nilai tambah pada suatu produk.

4). Untuk memenuhi permintaan pasar, baik dari pasar domestik maupun internasional.

5). Mendapatkan keuntungan atau profit sehingga tercapai tingkat kemakmuran perusahaan.

6). Menghasilkan barang ekspor untuk menambah sumber devisa negara.

7). Memancing tumbuhnya usaha produksi lain, demi bisa mengurangi pengangguran.

8). Sebagai pengganti produk yang rusak, kadaluarsa atau barang yang sudah habis karena pemakaian.

Demikian artikel kami mengenai pengertian proses produksi, karakteristik, tahapan dan tujuan proses produksi.

Semoga ulasan kami dapat membantu, khususnya menambah wawasan kamu mengenai proses produksi. Terimakasih sudah berkunjung.

0 Comment

Comments closed.