Pengertian PHP, Fungsi, Sintaks Dasar dan Penulisan Kode PHP

Subtitle goes here

By:

November 15, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Dalam pengembangan website, PHP menjadi salah satu bahasa pemrograman yang wajib dipelajari. bahasa pemrograman ini mampu untuk membuat website menjadi dinamis.

Namun, tahukan kamu apa pengertian PHP itu sendiri? Untuk sama sama belajar, yuk simak ulasan kami mengenai pengertian PHP, Fungsi, sintak dasar PHP serta penulisan kode pada PHP.

Pengertian PHP

PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa pemrograman server side scripting yang bersifat open source (sumber terbuka) sehingga memudahkan pengguna untuk memodifikasi dan mengembangkan sesuai dengan kebutuhannya.

Bahasa pemrograman ini sering digunakan untuk membuat aplikasi berbasis web yang berjalan secara dinamis, sehingga dapat terintegrasi dengan database. Sebagian besar situs web di seluruh dunia menggunakan PHP untuk e-niaga, sistem informasi, dan halaman arahan.

Bahkan platform besar seperti Facebook menggunakannya. Karena PHP tergolong bahasa pemrograman berbasis server-side, maka script yang digunakan akan diproses oleh server. Jenis server yang sering digunakan adalah Apache, Nginx, dan LiteSpeed.

Fungsi PHP

Secara umum, fungsi PHP digunakan untuk pengembangan situs web baik yang statis maupun yang dinamis.

Fitur pendukung yang ada PHP sangat dibutuhkan dalam pengembangan website khususnya website yang membutuhkan integrasi dengan server dan kebutuhan database, sehingga PHP berfungsi sebagai penghubung antara web statis dengan server dan database.

Penggunaan PHP tidak terbatas pada pengembangan situs web. Karena fleksibilitasnya yang tinggi, PHP juga dapat digunakan untuk membuat aplikasi komputer sekalipun. Selain itu, bahasa pemrograman PHP biasanya juga dapat disisipkan ke dalam file atau dokumen HTML.

Sintaks Dasar PHP

Setiap bahasa pemrograman memiliki aturan pengkodean sendiri. Begitu juga dengan PHP-nya. Sintaks dasar dibuka dengan <?php dan ditutup dengan ?> seperti yang ditunjukkan pada contoh berikut:

<?php
echo “Halo, selamat pagi”
; ?>

Dari contoh di atas, penjelasannya adalah sebagai berikut:

<?php Ini adalah kode wajib untuk membuka program PHP.

Echo adalah perintah untuk menampilkan teks.

“Selamat datang”; teks yang akan ditampilkan dan ditulis antara tanda kutip dan titik koma.

?> adalah kode untuk mengakhiri PHP dan harus digunakan jika digabungkan dengan bahasa pemrograman lain seperti HTML.

Sintaks PHP peka terhadap huruf besar-kecil. Jadi, penggunaan huruf besar atau kecil juga akan mempengaruhi output yang diberikan. Sebagai contoh :

<?php
$minum = “Kopi”;
echo $minum;
?>

Dari kode program di atas, kode di atas akan menghasilkan output: kopi pada halaman website. Komponen terpenting dalam mendeklarasikan variabel adalah menambahkan karakter $ di awal
variabel.

Dan pastikan untuk membuat variabel sesuai dengan variabel yang ditulis. Jika variabel yang kamu tulis memiliki perbedaan kapitalisasi, maka akan berdampak pada kesalahan tampilan.

Dan sintaks dasar yang harus kamu ketahui adalah penggunaan fitur komentar untuk memudahkan proses pengembangan suatu program. Untuk menampilkan komentar di PHP, Anda perlu menulis karakter // atau /.

Tujuan penggunaan komentar adalah agar kode program yang Anda tulis tidak dieksekusi atau diproses oleh sistem. Contoh penerapannya adalah sebagai berikut:

<?php //
Ini adalah contoh komentar sebaris
echo “bagaimana kabarmu hari ini?”;
Contoh komentar lebih dari satu baris
*/?>

Semua kode PHP yang ditulis harus disimpan dengan file berekstensi .php.

Penulisan Kode PHP

Setelah kamu mempelajari sintaks dasar PHP. Selanjutnya kamu akan belajar coding di PHP. Pada dasarnya penulisan kode bahasa pemrograman dibagi menjadi dua yaitu:

PHP Native

PHP Native adalah penulisan kode PHP dari awal saat mendesain halaman web. PHP Native sering digunakan oleh developer yang memiliki kemampuan coding yang cukup baik atau mereka yang ingin membuat flow framework yang unik dengan fungsionalitas yang tinggi.

PHP Framework

Saat menggunakan framework, kamu dapat memanfaatkan kerangka kerja manajemen situs web yang sudah jadi. Artinya, tidak perlu membuatnya dari awal untuk mempermudah pekerjaan.

Dengan adanya PHP Framework ini, dapat membantu kita bekerja lebih efisien dan menyelesaikan pengembangan situs web lebih cepat. Beberapa framework PHP populer yang digunakan antara lain: CodeIgniter, Laravel, Yii, Symfony dan Zend Framework.

Jika kamu sudah mahir dengan PHP native, sangat disarankan untuk mencoba beralih ke PHP framework. Itu karena kode pada framework sudah dioptimasi sesuai standar, dari segi kecepatan maupun keamanan.

Contoh kode PHP dalam penggunaan dengan bahasa pemrograman lainnya ialah HTML, CSS dan JavaScript.

Demikian artikel kami mengenai pengertian PHP lengkap dengan fungsi, sintak dasar dan penulisan kode PHP. Semoga ulasan kami dapat membantu, khususnya menambah wawasan kamu mengenai PHP. Terimakasih sudah berkunjung

0 Comment

Comments closed.