Pengertian PH, Cara Mengukur, Indikator PH Meter dan Penggunaan PH Tanah pada Pertumbuhan Tanaman

Saat di bangku sekolah kamu pasti pernah mendapatkan pelajaran yang membahas materi mengenai PH pada pelajaran kimia.

Kita sering mendengarkan istilah ini dan juga memaknainya sebagai satuan ukuran untuk mengukur tingkat keasaman dan basa dari suatu benda atau material yang akan kita ujikan.

Umumnya PH akan di buat dengan ukuran dengan rentang skala 0 – 14 dimana angka 7 merupakan angka netral. Berikut ini kita akan mengulas mengenai PH untuk lebih jelasnya.

Pengertian pH

PH merupakan sebuah ukuran aktivitas ion yang digunakan untuk menunjukkan keseimbangan asam dan basa sebuah larutan atau benda yang hendak di uji dengan memiliki skala 1 hingga 14 pada suatu satuan ukur.

Seperti yang telah di jelaskan di awal tulisan bahwa nilai netral dari sebuah PH adalah angka yang bernilai ukur 7, sedangkan untuk nilai ukur 1-6 merupakan nilai untuk jenis PH asam dan nilai ukuran 8-14 merupakan nilai untuk jenis PH basa.

Contoh Nilai pH Bahan Kimia Umum

Ada banyak benda yang dapat kita ukur nilai PH asam serta nilai PH basa di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat mengukurnya dengan alat ukur yang disebut dengan kertas lakmus atau saat ini dengan kecanggihan teknologi kita juga dapat mengukurnya dengan alat bantu yang bernama PH meter, berikut adalah beberapa contoh dari PH yang telah diujikan :

  • 0: asam klorida
  • 0: jus lemon
  • 2: cuka
  • 0: anggur
  • 0: air murni (netral)
  • 4: darah manusia
  • 0: basa
  • 0: natrium hidroksida

Cara Mengukur pH

Kita dapat melakukan pengukuran PH kasar pada setiap benda ataupun larutan. Adapun alat yang perlu untuk kita sediakan adalah dengan menggunakan kertas lakmus atau kertas PH jenis lain yang diketahui dapat berubah warna di sekitar nilai PH tertentu.

Umumnya indikator PH dan kertas hanya berguna untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa atau untuk mengidentifikasi PH dalam kisaran yang lebih sempit.

Untuk indikator universal atau alat yang dapat diterima dimana saja umumnya adalah dengan melihat campuran larutan indikator yang dimaksudkan apakah memberikan perubahan warna pada rentang PH 2 hingga 10.

Namun, jika hendak mengukur ukuran PH yang lebih akurat kamu dapat menggunakan elektroda kaca kalibrasi standar tingkat pertama dan PH meter untuk pengukurannya.

Adapun sistem kerja dari elektroda kaca kalibrasi sendiri ialah dengan mengukur beda potensial antara elektroda hidrogen dan elektroda standar.

Sedangkan sistem kerja PH meter adalah dengan sistem elektronik yang dapat langsung memberikan hasil dari nilai suatu PH pada benda atau larutan yang di ujikan.

Indikator pH

Indikator dapat digunakan untuk mengukur pH, memanfaatkan fakta bahwa warnanya berubah dengan pH. Warna larutan uji dengan bagan warna standar menyediakan cara untuk mengukur nilai pH secara akurat hingga bilangan bulat terdekat.

Pengukuran yang lebih tepat dimungkinkan jika warna diukur secara spektrofotometri, menggunakan kolorimeter atau spektrofotometer. Indikator universal terdiri dari campuran indikator, yang membuat warna berubah terus menerus dari pH 2 ke pH 10.

Kertas indikator universal terbuat dari kertas penyerap yang telah diresapi dengan indikator universal. Metode lain untuk mengukur pH adalah dengan menggunakan pH meter elektronik.

pH Meter

PH meter adalah alat ukur untuk mengukur pH atau derajat keasaman dalam suatu cairan atau larutan.

PH memiliki elektroda pengukur atau probe yang terhubung langsung dengan perangkat elektronik yang kemudian akan mengukur dan menampilkan nilai pH secara akurat. Alat ini banyak digunakan oleh air minum, pewarna, pakaian dan semua laboratorium besar.

Penggunaan pH Tanah pada Pertumbuhan Tanaman

Jika tanah atau media tanam memiliki tingkat keasaman yang tinggi, maka unsur magnesium, kalsium dan fosfor akan terikat secara kimiawi sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman.

Dalam kondisi seperti itu, unsur aluminium dan mangan akan menjadi racun dan merugikan tanaman. pemupukan tidak akan efektif dan efisien karena unsur hara tidak terserap oleh tanaman.

Akibatnya tanaman akan tumbuh tidak normal dan produktivitas rendah dengan kualitas buruk. Untuk menurunkan tingkat keasaman dapat diberikan dolomit (kapur pertanian). Pemberian dolomit dengan dosis sesuai kebutuhan dapat dilakukan untuk mengatur nilai pH tanah.

Jika tanah atau media tanam memiliki kadar basa (alkali) yang tinggi unsur hara mikro seperti tembaga, mangan, seng dan besi akan terikat secara kimiawi dan tidak dapat diserap oleh tanaman.

Seperti tanaman di tanah masam, di tanah basa tanaman tidak akan tumbuh dan berproduksi secara optimal. Pemberian kapur gipsum dapat dilakukan untuk menetralkan sifat basa tanah, pH tanah akan menurun setelah kelebihan natrium habis, walaupun hanya sebesar 7,5.

Aplikasi unsur asam atau belerang untuk mengurangi sifat basa tanah biasanya tidak efektif pada tanah yang mengandung mineral kalsium karbonat (unsur kapur).

Demikian ulasan kami mengenai pengertian PH, contoh nilai, cara mengukur, indikator, PH meter, serta penggunaan PH tanah pada pertumbuhan tanaman.

Semoga ulasan kami membantu, khususnya dalam memberikan pemahaman yang berkaitan dengan PH. Terimakasih ya sudah berkunjung.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN