Pengertian Perdagangan, Bentuk, Klasifikasi dan Etika Perdagangan

Subtitle goes here

By:

Agustus 31, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Kelangsungan kehidupan masusia sangat dekat dengan kegiatan perdagangan. Namun walaupun sudah sedekat nadi, apakah kita mengenal betul apa yang dimaksud dari kata perdagangan itu sendiri? Untuk sama-sama belajar, mari simak ulasan mengenai perdagangan berikut ini:

Pengertian Perdagangan

Dalam pengertiannya, perdagangan merujuk pada konsep ekonomi dasar yang melibatkan pembelian dan penjualan barang atau jasa. Dengan kompensasinya sendiri dibayarkan oleh pembeli kepada penjual, bisa juga pertukaran barang atau jasa antar pihak.

Perdagangan ini dapat terjadi dalam ekonomi antara si produsen dengan konsumen. Agar lebih paham, berikut pendapat para ahli mengenai pengertian perdagangan:

Pengertian Perdagangan Menurut Para Ahli

Berikut dibawah ini pengertian perdagangan menurut para ahli, antara lain.

Bambang Utoyo, 2009

Bambang Utoyo menghadirkan pengertian perdagangan sebagai proses tukar menukar barang dan jasa dari suatu wilayah dengan wilayah lainya.

Kegiatan sosial ini sendiri muncul dikarenakan adanya perbedaan kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki.

Marwati ‘Djoened, 2002

Selanjutnya ada definisi yang hadir dari Mawarti Djoened. Beliau berpendapat bahwa perdagangan adalah kegiatan ekonomi yang mengaitkan antara para produsen dan konsumen.

Dalam hal ini termasuk sebagai kegiatan distribusi,  perdagangan menjamin peredaran, penyebaran dan penyediaan barang melalui mekanisme pasar.

Bambang Prishardoyo & Shodiqin, 2008

Pengertian perdagangan sebagai salah satu jenis kegiatan perusahaan dikarenakan menggunakan sumber daya / faktor-faktor produksi dihadrikan oleh Bambang Prishardoyo & Shodiqin. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan atau menyediakan pelayanan umum.

Berdasarkan tiga pendapat ahli diatas, dapat di simpulkan bahwa pengertian perdagangan merupakan suatu aktivitas atau kegiatan jual dan beli antara produsen dan konsumen. Tak lain bertujuan untuk memperoleh keuntungan seña dapat memenuhi kebutuhan bersama.

Bentuk Perdagangan

Jika dilihat berdasarkan wilayahnya, perdagangan dikategorikan menjadi 2. Antara lain adalah perdagangan dalam negeri dan perdagangan internasional. Adapun penjelasan kedua bentuk perdagangan tersebut adalah sebagai berikut:

Perdagangan Dalam Negeri

Perdagangan jenis ini didasarkan pada undang-undang no 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dalam negeri adalah suatu proses kegiatan jual beli Barang atau Jasa.

Dimana sistem perdagangannya hanya mencangkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak termasuk ke Perdagangan Luar Negeri.

Perdagangan dalam negeri sendiri juga sering di artikan sebagai suatu kegiatan perdagangan yang hanya dilakukan disekitar wilayah Indonesia saja. Misalnya dilakukan dari satu daerah ke daerah yang lainnya yang membutuhkan barang atau jasa terkait.

Perdagangan Internasional

Huala Adolf mengatakaan bahwa perdagangan internasional merupakan suatu kegiatan proses perdagangan barang-barang dari kesepakatan tiap negara secara bersama.

Adapun tujuan dari perdagangan internasional tak lain untuk mendapatkan manfaat perdagangan yang akan menambah pendapatan dari suatu negara. Pada hakikatnya, perdagangan internasional sendiri akan melakukan transaksi jual beli dengan negara lain.

Klasifikasi Perdagangan

Perdagangan sendiri terdiri dari berbagai jenis serta berbagai tujuannya. Perdagangan sendiri dapat dikelompokan dengan cara berbeda-beda.

Klasifikasi ini digunakan untuk mengelompokan bisnis mengabungkan perniagaan dengan berdasarkan aktivitas yang dilakukan dalam mendapatkan keuntungan. Diantara klasifikasi perdagangan tersebut adalah sebagai berikut:

1). Manufaktur sebagai perdagangan yang menghasilkan sebuah produk yang berasal daripada barang mentah atau komponen-komponen. Produl mentah ini lalu dijual dagar mendapatkan keuntungan. Contoh perdagangan manufaktur ini adalah perusahaan yang dapat menghasilkan barang mentah seperti komponen mesin.

2). Perdagangan jasa merupakan perdagangan yang dapar menghasilkan barang yang tidak ketara. Perdagangan jasa ini tentu tetap dengan tujuan mendapatkan keuntungan, dangan cara meminta bayaran atas jasa yang sudah diberikan. Contoh perdagangan jasa ini ialah konsultan dan psikologi.

3). Pengedar merupakan pihak yang memiliki peran sebagai perantara barang antara penjual dengan pengguna. Biasanya perdagangan jenis ini merujuk pada perusahaan yang berorientasi-pelanggan dan pengedar.

4). Perdagangan mineral dan pertanian ini merujuk pada sebuah perdagangan yang dapat menghasilkan barang-barang mantah. Barang mentah dalam hal ini berbeda dengan perdagangan manufaktur, melainkan seperti tanaman atau bahan mineral.

5). Perdagangan keuangan memiliki tujuan mendapatkan sebuah keuntungan. Dalam jenis ini didapatkan dari jasa penyediaan modal.

6). Perdagangan pengantaran atau angkuran merupakan jenis perdagangan yang dikakukan dengan mengantarkan barang atau individu dari sebuah tempat ke tempat lainnya.

Etika Perdagangan

Setiap tindakan atau kegiatan tentunya diiringi dengan etika yang harus dijaga. Sama seperti perdagangan yang dalam hal ini memiliki beberapa etika yang harus dipatuhi.

Etika dalam hal ini maksudnya adalah prinsip-prinsip moral yang standard kelakuan perdagangan yang diterima oleh komuniti peniaga dan juga dunia perdagangan.

Etika dalam perdagangan merupakan satu set nilai dan peraturan yang merangkumi peraturan yang baik atau buruk dalam operasi perdagangan.

Pada kebiasaannya pihak kerajaan, orang ramai, pesaing dan juga individu ini menentukan apa yang boleh diterima umum. Misalkan Pak A usahawan, harus lah beretika dalam tindakan perdagangannya sebagai seorang yang jujur dan amanah.

Demikian artikel kami mengenai perdagangan yang mengulas mulai dari pengertian, bentuk, klasifikasi dan etika perdagangan. Semoga ulasan kami membantu kamu, khususnya menambah wawasan baru mengenai perdagangan. Terimakasih sudah singgah.

0 Comment

Comments closed.