Pengertian Kolonialisme Menurut Ahli, Jenis, Tujuan Serta Dampak Negatif dan Positif dari Kolonialisme

Mari kita sidikit membuka ingatan masa lalu, khususnya mengenai revolusi industry. Dimana revolusi ini berdampak pada perekonomian, khususnya di kawasan Eropa.

Hal ini jugalah yang telah mendorong negara-negara Barat untuk menjelajah lautan. Eksplorasi ini bertujuan untuk menemukan daerah yang akan dijajah.

Pengertian Kolonialisme Menurut Ahli

Di daerah-daerah yang telah berhasil dikuasai, para penjelajah melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam dan memasarkan produk industri dari negaranya.

Di awal kedatangannya, para penjelajah yang menemukan daerah baru dan mendarat di suatu tempat, memperkenalkan diri sebagai pedagang.

Mereka melakukan interaksi perdagangan dengan penduduk asli, bahkan ada yang mendirikan pemukiman (koloni). Sedikitnya, itulah kolonialisme.

Namun untuk lebih jelasnya mengenai kolonialisme, yuk simak ulasan berikut!

1). Andre Gunder Frank

Kolonialisme adalah transfer kekayaan dari terjajah ke daerah yang berkuasa dan menghambat pertumbuhan ekonomi yang sukses dari negara terjajah.

Dari pandangan Andre Gunder Frank, kita dapat menyimpulkan bahwa negara yang berkuasa akan menguras kekayaan yang dimiliki oleh negara yang dijajah.

Nah, negara-negara kolonial akan kesulitan untuk mengembangkan perekonomian di negaranya. Tak lain karena kekayaan negara akan dikuasai oleh penjajah, rakyat juga dibatasi ruang geraknya dalam membangun negara.

2). Rochmadi (1993)

Dalam pandangan Rochmadi, kolonialisme adalah politik yang dilakukan terhadap suatu jajahan bagian dari suatu kerajaan. Kesimpulannya, negara jajahan akan memiliki wakil-wakil untuk memimpin jajahannya sesuai dengan ketentuan negara jajahan.

Biasanya para pemimpin adat atau orang-orang yang berperang melawan koloni akan ditaklukkan dengan berbagai cara. Seperti menggunakan sistem politik saling berperang dengan mempengaruhi penguasa lokal untuk berpihak pada koloni dengan memberikan reward.

Jika mereka telah menaklukkan para penguasa, para penjajah akan dengan mudah menguasai wilayah tersebut.

3). Alan Bullock, 1986

Kolonialisme merupakan bentuk implementasi yang didasarkan pada penegakan hukum yang cukup tajam dan radikal dari negara kolonial.

Artinya penjajah biasanya akan memulai penaklukan terhadap orang yang dijajah dengan cara yang cukup baik sehingga masyarakat mudah terpengaruh.

Kita seperti halnya pada zaman penjajahan Belanda yang awalnya hanya ingin membeli rempah-rempah dari nusantara dan akhirnya menjualnya cukup lama di Indonesia.

Setelah masyarakat percaya, pihaknya akan mengontrol masyarakat dengan melakukan berbagai kebijakan dan sanksi terhadap yang melanggarnya.

4). Loomba

Loomba berpendapat bahwa kolonialisme merupakan implikasi berupa perjumpaan antar manusia dalam bentuk penaklukan dan dominasi.

Artinya, negara jajahan akan mendatangkan pasukan dari negaranya untuk ikut mengatur ketertiban di negara jajahannya.

Selain menguras kekayaan negara terjajah, para penjajah biasanya memperlakukan penduduk asli secara sewenang-wenang.

Jenis – Jenis Kolonialisme

Setelah memahami pengertian dari kolonialisme, mari kita pahami apa saja jenis dari kolonialisme itu sendiri. Adapun berbagai bentuk penjajahan antara lain sebagai berikut:

1). Eksploitasi

Penjajah yang memiliki tujuan untuk menguasai suatu daerah, kemudian mengambil semua sumber daya yang dimiliki oleh negara tersebut.

Sumber daya yang diambil dapat berupa sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

2). Penduduk

Tujuan kolonial adalah memindahkan penduduk ke tempat terjajah. Penduduk asli negara jajahan diusir dan diduduki oleh kelompok kolonial. Jumlah penduduk negara jajahan yang ditempatkan di negara jajahan.

Perpindahan penduduk ini membuat penduduk negara yang dijajah merasa terusir dan akan dikuasai oleh penjajah. Bahkan koloni ini juga akan mempekerjakan penduduk asli.

3). Deportasi

Di beberapa negara maju terdapat banyak narapidana dengan kejahatan yang tidak dapat dihentikan dan malah menimbulkan kerusakan dimana-mana.

Negara yang memiliki kekuatan besar akan membuang narapidana ke negara lain. Dengan posisi atau status negara tujuan dapat dikatakan sebagai negara terjajah.

4). Domisili

Migrasi penduduk dari negara asal ke negara jajahan. Pemindahan ini bertujuan untuk menguasai negara tujuan.

Jumlah pengungsi cukup banyak dan berbentuk koloni. Ini akan membuat pribumi akan tersingkir.

5). Libensraum

Jumlah penduduk yang banyak membuat seseorang kesulitan mencari ruang untuk bergerak. Kepadatan penduduk akan membuat seseorang berinisiatif mencari tempat tinggal baru.

Hunian baru ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan penduduk dan menguasai kawasan baru.

6). Bertahan

Tujuan koloni bervariasi sesuai dengan tujuan penjajah. Ada beberapa penjajah yang memilih untuk menjajah negara yang berbentuk kepulauan.

Hal ini diharapkan dapat dengan mudah menguasai daerah dengan segala kekayaan alam yang ada di nusantara tanpa adanya campur tangan dari manapun.

7). Tempat Tinggal

Kolonialisme yang tidak memiliki tujuan lain selain mencari tempat tinggal. Koloni ini tidak memiliki keinginan untuk apa pun selain tempat tinggal. Mereka akan menetap di suatu negara.

Tujuan Utama Kolonialisme

Seperti yang sudah dibuka diawal bahwa tujuan utama kolonialisme adalah kepentingan ekonomi. Sebagian besar koloni terjajah adalah daerah yang kaya bahan mentah.

Istilah kolonialisme berarti memaksakan suatu bentuk pemerintahan atas wilayah atau negara lain (tanah jajahan). Bisa juga merupakan upaya untuk memperoleh suatu wilayah baik melalui paksaan atau dengan cara damai.

Penaklukan suatu wilayah dapat dilakukan secara damai atau dengan kekerasan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Negara penjajah menetapkan pedoman-pedoman tertentu untuk wilayah jajahannya, meliputi aspek kehidupan sosial, pemerintahan, hukum dan sebagainya.

Adapun beberapa poin tujuan banyak negara untuk melakukan penjajahan terhadap negara lain antara lain:

1). Memperoleh dominasi di bidang ekonomi

Dominasi dalam bidang ekonomi melalui kegiatan ekonomi dari berbagai jenis transaksi yang berkaitan dengan kebutuhan dan segala jenis usaha yang dilakukan.

Penjajah juga melakukan monopoli dalam bidang perdagangan di pasar. Monopoli ini akan membuat semua aktivitas pasar dikuasai oleh penjajah.

2). Mengambil semua sumber daya alam

Negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah akan menjadi negara sasaran penjajahan. Sumber daya alam ini berkaitan dengan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk kepentingan negara kolonial.

Seperti contohnya, salah satu kekayaan Indonesia yang diincar Belanda adalah ragam rempah-rempah. Itulah penyebab Belanda dan orang Eropa lainnya memiliki keinginan untuk menguasai semua kekayaan yang mereka miliki.

Cara yang digunakan juga sangat beragam, mulai dari berdagang, memberikan bantuan, menjalankan politik praktis di berbagai bidang, dan lain-lain

3). Melakukan monopoli

Salah satu cara untuk mengontrol kondisi ekonomi negara-negara jajahan adalah dengan monopoli. Monopoli ini dilakukan dalam bidang ekonomi pada khususnya. Ada beberapa sektor yang bisa dimonopoli.

Salah satunya adalah sektor pertambangan juga menjadi salah satu aset yang diincar dan dimonopoli oleh penjajah. Ketika mampu menguasai sumber daya yang ada, maka akan banyak tindakan yang dilakukan untuk mengeksploitasi seluruh kekayaan yang dimiliki oleh negara terjajah.

4). Taklukkan wilayah lain

Tujuan utama dari kolonialisme adalah untuk menguasai daerah lain dan mendapatkan pengakuan bahwa ia lebih unggul dari negara yang dijajah.

Para penjajah ketika datang ke negara tujuan tidak serta merta melakukan hal-hal yang mencurigakan, melainkan melakukan sesuatu yang strategis.

5). Menyadari kekuatan penjajah

Pengakuan terhadap kekuasaan kolonial merupakan salah satu tujuan akhir ketika melakukan penjajahan.

Penjajah akan melakukan berbagai tindakan mulai dari kerja paksa, penindasan, penguasaan kekayaan, eksploitasi besar-besaran dan lain-lain.

Dampak Kolonialisme

Berikut dibawah ini dampak dari kolonialisme, antara lain sebagai berikut.

Dampak Negatif Kolonialisme

  • Menyebabkan penderitaan psikologis dan penderitaan fisik.
  • Ada perampasan paksa hak-hak penduduk di Indonesia.
  • Hilangnya harta benda dan nyawa karena paksaan bekerja dan penyerahan harta benda penduduk pada waktu itu.
  • Perampasan sumber daya alam, terutama sumber daya alam berupa rempah-rempah.
  • Munculnya keterpurukan dalam bidang sosial ekonomi, politik dan lainnya.

Dampak Positif Kolonialisme

  • Dapatkan kata-kata pinjaman baru dari negara-negara yang menjajah.
  • Terdapat beberapa bangunan yang merupakan bentuk warisan dari negara-negara yang pernah menjajah Indonesia berupa sarana dan prasarana seperti pabrik gula, jalan, benteng dan lain-lain.
  • Terjadi reformasi di bidang pendidikan lokal sebagai akibat interaksi antara sarjana Belanda yang tidak tertarik pada kolonialisme.
  • Meninggalkan hukum dan peraturan.
  • Munculnya ide-ide baru tentang cara menanam tanaman yang lebih modern.

Demikian ulasan kami mengenai pengertian kolonialisme menurut ahli, jenis, tujuan, serta dampak negative dan positif dari kolonialisme.

Semoga ulasan kami membantu, khususnya dalam memberikan pemahaman yang berkaitan dengan kolonialisme. Terimakasih ya sudah berkunjung.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN