Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Ahli, Instrument, Tujuan dan Fungsi Kebijakan Moneter

Pernahkah kamu mendengar istilah kebijakan moneter? Kebijakan moneter sendiri biasanya dikeluarkan oleh Bank Sentral untuk mengelola jumlah uang beredar suatu negara.

Hal ini dilakukan guna mencapai tujuan tertentu, seperti menjaga stabilitas mata uang dan meningkatkan kesempatan kerja. Untuk lebih memahami  mengenai kebijakan moneter, yuk simak ulasan berikut!

Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli

Secara umum, kebijakan moneter adalah upaya yang dilakukan pemerintah melalui Bank Sentral untuk mengendalikan perekonomian makro agar kondisinya lebih baik.

Hal ini dilakukan dengan mengatur jumlah uang yang beredar dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk lebih memahami apa itu kebijakan moneter, kita bisa simak pendapat para ahli berikut ini:

1). Boediono

Menurut Boediono, pengertian kebijakan moneter adalah tindakan pemerintah (Bank Sentral) untuk mempengaruhi keadaan makro yang dilakukan. Tindakan ini dilakukan dengan menyeimbangkan jumlah uang beredar dengan persediaan barang. Sehingga inflasi dapat dikendalikan, kesempatan kerja penuh dan kelancaran pasokan/distribusi barang tercapai.

2). Perry Warjiyo

Menurut Perry Warjiyo, kebijakan moneter adalah kebijakan otoritas moneter atau bank sentral. Berupa pengendalian agregat moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan mempertimbangkan siklus kegiatan ekonomi. Dimana sifat perekonomian suatu negara dan faktor ekonomi fundamental lainnya.

3). Muana Nanga

Kebijakan moneter menurut Muana Nanga adalah kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter. Dengan mengendalikan jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga, untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat dan mengurangi ketidakstabilan dalam perekonomian.

4). Natsir

Menurut M. Natsir, pengertian kebijakan moneter adalah segala tindakan atau upaya bank sentral untuk mempengaruhi perkembangan variabel moneter. Termasuk didalamnya penawaran uang, suku bunga, suku bunga kredit dan nilai tukar untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Instrumen Kebijakan Moneter

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kebijakan moneter adalah kebijakan ekonomi yang mengatur laju pertumbuhan dan peredaran uang di suatu negara. Variabel makroekonomi utama yang diatur oleh kebijakan moneter adalah inflasi dan pengangguran.

Nah, ciri kebijakan moneter adalah menetapkan suku bunga, membeli dan menjual surat berharga pemerintah, dan mengubah jumlah uang tunai yang beredar di pasar.

Bank sentral atau badan pengatur keuangan negara seperti Kementerian Keuangan bertanggung jawab atas perumusan kebijakan moneter. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah manajemen inflasi, manajemen pengangguran, dan pemeliharaan nilai tukar mata uang.

Kebijakan moneter dapat menetapkan target inflasi, suku bunga, dan nilai mata uang. Bank Sentral merupakan aktor utama dalam pelaksanaan kebijakan moneter secara langsung dan tidak langsung.

Contoh kebijakan moneter langsung adalah pencetakan uang baru, pembekuan saldo perusahaan swasta/negara, perombakan sistem perbankan, pengambilalihan urusan perbankan/perkreditan dan sederet lainnya.

Dalam melaksanakan kebijakan moneter, Bank Sentral menggunakan berbagai instrumen keuangan. Adapun instrument yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Instrumen Langsung

Berikut dibawah ini instrumen langsung, antara lain sebagai berikut.

1). Penetapan Suku Bunga, yang meliputi penetapan suku bunga simpanan atau suku bunga pinjaman Bank oleh Bank Indonesia.

2). Penetapan Plafon Kredit, yaitu pemberian jumlah maksimum kredit yang dapat disalurkan oleh perbankan.

3). Rasio Likuiditas, yaitu kewajiban Bank Umum untuk memelihara mata uang tertentu dalam persen untuk menghimpun dana guna membiayai anggaran pemerintah.

4). Kredit Langsung, yaitu kewajiban Bank Umum untuk memberikan kredit kepada sektor-sektor tertentu.

Instrumen Tidak Langsung

Berikut dibawah ini instrumen tidak langsung, antara lain sebagai berikut.

1). Operasi Pasar Terbuka (OTP), yaitu kegiatan jual beli surat berharga oleh Bank Sentral dan valuta asing di pasar valuta asing. OPT dilakukan untuk mempengaruhi suku bunga, likuiditas rupiah, inflasi dan juga nilai tukar.

2). Discount Facility (DF), yaitu instrumen kebijakan moneter yang mempengaruhi peredaran uang di masyarakat melalui penetapan discount atas pinjaman Bank Sentral kepada Bank Umum. Tujuannya adalah untuk mengurangi permintaan kredit dari bank dan membatasi peredaran uang.

3). Giro Wajib Minimum (GWM), yaitu kewajiban Bank Umum untuk menjaga GWM tertentu dari Dana Pihak Ketiga di Bank Sentral. Sehingga mempengaruhi kemampuan Bank Umum dalam menyalurkan kredit.

Tujuan Kebijakan Moneter

Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah. Tujuan ini juga dapat kita lihat dalam UU no. 3 Tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Maksud dengan stabilitas nilai rupiah sendiri antara lain stabilitas harga barang dan jasa yang tercermin dari inflasi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia telah menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dan menganut sistem nilai tukar mengambang bebas. Peran stabilitas nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan.

Oleh karena itu, Bank Indonesia juga menerapkan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan. Bukan untuk mengarahkan nilai tukar ke level tertentu.

Dalam praktiknya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter termasuk didalamnya seperti jumlah uang beredar atau suku bunga dengan tujuan untuk menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Bank Indonesia juga dapat menerapkan metode pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah. Secara ringkas, tujuan kebijakan moneter meliputi:

1). Stabilitas Ekonomi

Stabilitas ekonomi adalah suatu kondisi dimana pertumbuhan ekonomi berlangsung secara terkendali dan berkelanjutan. Artinya pertumbuhan arus barang atau jasa dan arus uang seimbang

2). Peluang Kerja

Kesempatan kerja akan meningkat ketika produksi meningkat. Peningkatan produksi biasanya diikuti dengan perbaikan nasib pekerja dalam hal upah dan keselamatan kerja.

Perbaikan upah dan keselamatan kerja akan meningkatkan taraf hidup karyawan dan pada akhirnya kesejahteraan dapat tercapai dengan memuaskan.

3). Stabilitas Harga

Stabilitas harga ditandai dengan stabilnya harga barang dari waktu ke waktu. Harga yang stabil menyebabkan masyarakat percaya bahwa membeli barang pada tingkat harga saat ini sama dengan tingkat harga yang akan datang. Bisa dikatakan bahwa daya beli uang dari waktu ke waktu adalah sama.

4). Neraca Pembayaran Internasional

Neraca pembayaran dapat dikatakan dalam keadaan seimbang jika nilai total barang yang diekspor sama dengan nilai barang yang diimpor.

Untuk mendapatkan neraca pembayaran yang berimbang, pemerintah seringkali menerapkan kebijakan moneter. Contohnya sendiri adalah dengan melakukan devaluasi.

5). Menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi

Menjaga stabilitas harga dari besarnya jumlah uang yang beredar, dengan meningkatkan kesempatan kerja.

Termasuk didalamnya memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran, jika negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing.

Fungsi Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Sentral memiliki fungsi tertentu bagi perekonomian suatu negara. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari kebijakan moneter:

1). Berfungsi untuk menjaga iklim investasi di suatu negara.

2). Berfungsi untuk menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

3). Membantu meningkatkan stabilitas pertumbuhan ekonomi suatu negara.

4). Membantu meningkatkan neraca pembayaran.

5). Menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.

6). Menjaga keseimbangan harga barang dan menjaga.

7). Mengendalikan tingkat inflasi di suatu negara

Demikian ulasan kami mengenai pengertian kebijakan moneter menurut ahli, instrument, tujuan dan fungsi kebijakan moneter.

Semoga ulasan kami membantu, khususnya dalam memberikan pemahaman yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Terimakasih ya sudah berkunjung.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN