7+ Pengertian Ikhlas Menurut Ahli dan Cara Memperoleh Keiklasan

Jika membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kita akan menemukan pengertian kata ikhlas sebagai hati yang bersih atau hati yang tulus. Dimana secara bahasa, kata ikhlas berarti murni, tidak bercampur dengan orang lain.

Oleh karena itu, keikhlasan berarti mensucikan sesuatu. Sedangkan dalam hal keikhlasan adalah melakukan perbuatan lillahi ta’ala, semata-mata karena Allah SWT dan bukan karena faktor lain.

Agar sama-sama belajar mengenai iklas, lebih lanjutnya akan kami sajikan sebagai berikut!

Pengertian Ikhlas Menurut Ahli

Berikut dibawah ini pengertian ikhlas menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.

1). Abul Qosim Al Qusyairi

Abul Qosim Al Qusyairi mengatakan “Ikhlas adalah niat hanya karena Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi amalan ketaatan dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. dilakukan bukan karena ingin mendapat perlakuan dan pujian yang baik dari makhluk atau yang dilakukan bukan di luar mendekatkan diri kepada Allah”

2). Hudzaifah Al Mar’asiy

Sedangkan menurut Hudzaifah Al Mar’asiy, ikhlas adalah kesamaan amal perbuatan seorang hamba antara zhohir (luar) dan batin.

Berbeda dengan riya’ yang merupakan amalan zhohir yang lebih baik daripada amalan batin yang tidak diperlihatkan. Melainkan ikhlas, setidaknya sama antara lahir dan batin.

3). Al Harawi

Ulama lainnya, Al Harawi mengatakan bahwa pengertian ikhlas adalah membersihkan amal dari setiap noda.

Dimana orang yang ikhlas adalah orang yang tidak mencari perhatian di hati orang untuk memperbaiki hatinya di hadapan Allah. Orang tersebut tidak suka jika orang memperhatikan perbuatannya, meskipun hanya setitik.

4). Abu Thalib

Ikhlas berarti penyucian agama dari hawa nafsu dan perilaku menyimpang. Termasuk penyucian amal dari berbagai penyakit dan noda yang tersembunyi. Penyucian ucapan dari perkataan yang tidak berguna dan penyucian akhlak dengan mengikuti kehendak Tuhan.

5). Al-Qusyairi

Ikhlas adalah satu-satunya al-Haqq dalam mengarahkan semua orientasi ketaatan. Dimana orang yang iklas dengan ketaatannya dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata tanpa yang lain.

Tanpa dibuat-buat, tanpa ditujukan kepada makhluk, bukan untuk mencari pujian manusia atau maksud lain selain mendekatkan diri kepada Allah. Iklas sendiri juga bisa berarti pemurnian tindakan dari campuran semua makhluk atau pemeliharaan sikap dari pengaruh pribadi.

6). Al-Ghazali

Bahwa perbuatan sakit adalah perbuatan yang dilakukan karena mengharapkan pahala dari surga.

Padahal, menurut esensinya amal yang tidak diinginkan selain wajah Allah SWT. Hal tersebut merupakan tanda keikhlasan orang-orang yang bertakwa (al-siddiqiin) yaitu keikhlasan.

7). Muhammad `Abduh

Ikhlas karena Allah SWT dengan selalu menghadap-Nya dan tidak mengakui kesamaan-Nya dengan makhluk apapun. Ikhlas tidak dengan tujuan khusus seperti menghindari musibah atau mencari keuntungan dan tidak menunjuk selain-Nya sebagai pelindung.

Cara Mencapai Keikhlasan

Keikhlasan dalam hati tidak hanya membuat amal kita diterima, tetapi juga membuat kita mendapat pertolongan dari Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah akan membantu umat ini karena fakir miskin. Karena doa orang miskin dan karena keikhlasan mereka dalam bersedekah” (HR. An Nasai)

Namun, untuk menciptakan rasa keikhlasan dalam hati bukanlah hal yang mudah. Berikut kami sajikan beberapa cara meraih keikhlasan yang dapat membantu meningkatkan rasa keikhlasan di hati:

1). Banyak Berdoa

Cara yang dapat membantu seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah SWT.

Kita bisa melihat bagaimana Nabi kita Muhammad SAW, di antara doa-doa yang sering dia panjatkan adalah doa “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan aku memohon ampunan atas perbuatan syirik yang tidak aku ketahui” (HR. Ahmad).

Umar bin Khattab juga sering mengucapkan doa “Ya Allah, jadikanlah semua amalku amal saleh. Jadikanlah semua amalku hanya karena aku sangat mengharap wajah-Mu, dan jangan membuat perbuatanku karena orang lain”.

2). Menyembunyikan Perbuatan Baik

Cara lain yang dapat mendorong seseorang untuk lebih ikhlas adalah dengan menyembunyikan perbuatan baiknya. Seseorang dapat menyembunyikan amal baik yang disyariatkan dan yang lebih penting.

Termasuk didalamnya seperti shalat sunnah, puasa sunnah dan ibdah lain-lain. Perbuatan baik yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang lain dapat mendorong keikhlasan. Karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan kebaikan itu kecuali karena Allah semata.

3). Senang Berbuat Baik

Diantara musibah yang dialami seorang hamba adalah ketika ia merasa senang dengan amal kebaikan yang telah dilakukannya. Dimana pada akhirnya dapat menyeretnya ke dalam perbuatan ujub (sombong) sehingga dapat merusak keikhlasan dalam hatinya.

Semakin besar komitmen seseorang terhadap suatu perbuatan baik, semakin kecil dan semakin rusak keikhlasan perbuatan itu. Bahkan, pahala atas perbuatan baik bisa hilang dengan sia-sia.

4). Ilmu Keikhlasan dalam Sholat

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Tidaklah seorang muslim yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya. Kemudian mendirikan shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya (tulus), kecuali wajib baginya memasuki Al Jannah” (HR.Muslim)

5). Pengetahuan tentang Keikhlasan dalam Zakat dan Puasa

Zakat akan mengajarkan bagaiama kita harus dilandasi keikhlasan sebelum membayarnya. Salah satu konsekuensi dari kejujuran seseorang adalah ia harus benar-benar ikhlas karena Allah SWT dalam amalannya.

Sedangkan saat berpuasa di bulan Ramadhan, tentunya kita akan belajar bagaimana menahan rasa haus dan lapar sepanjang hari. Ilmu yang ikhlas merupakan dasar penting untuk berpuasa.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan berdasarkan iman dan mengharap pahala dari Allah. Maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Al Bukhari, Muslim)

6). Ilmu Ikhlas dalam Haji

Haji merupakan amalan yang mulia jika kita sudah mampu dan bisa menjalankannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa yang menunaikan haji semata-mata karena Allah, dan tidak melakukan perbuatan kotor dan dosa selama hajinya. Maka dia akan kembali dalam keadaan seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya. suci dan bersih dari dosa” (HR. Al Bukhari, Muslim)

Demikian artikel kami mengenai 7 pengertian iklas menurut ahli dan cara memperoleh keiklasan.

Semoga ulasan kami dapat membantu, khususnya menambah wawasan kamu mengenai keikhlasan dan mencapainya. Terimakasih sudah berkunjung

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN