Pengertian Hujan Asam, Proses, Karakteristik dan Fakta Tentang Hujan Asam

Subtitle goes here

By:

September 15, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Secinta apapun pada hujan, tentunya kita tidak ingin merasakan pristiwa hujan asam ya. Pernahkah kamu mendengar istilah hujan asam?

Dikarenakan kandungan yang ada didalamnya lah kita sebagai manusia harus berupaya untuk tidak menyebabkan hujan asam. Agar sama-sama belajar, yuk simak ulasan mengenai hujan asam berikut!

Pengertian Hujan Asam

Hujan asam adalah hujan atau bentuk presipitasi lainnya yang bersifat asam. Artinya kandungan ion hidrogen meningkat (pH rendah). Penyebab hujan asam sendiri tak lain sebab emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida, yang bereaksi dengan molekul air di atmosfer untuk menghasilkan asam.

Demi mencegah hal ini, pemerintah tentunya melakukan ragam upaya. Dimana rangkaian program mengatasi hujan asam sejak tahun 1970-an untuk mengurangi pelepasan sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer.

Hujan asam sendiri juga memberikan dampak buruk pada hutan, air tawar dan tanah. Membunuh serangga dan kehidupan air, menyebabkan cat mengelupas dan membuat korosi pada struktur baja. Serta pelapukan bangunan dan pahatan batu serta berdampak pada kesehatan manusia.

Hujan asam adalah istilah luas yang mencakup segala bentuk presipitasi dengan komponen asam. Seperti asam sulfat atau nitrat yang jatuh ke tanah dari atmosfer dalam bentuk basah atau kering. Ini dapat mencakup hujan, salju, kabut, hujan es atau bahkan debu asam.

Hujan asam bisa disebabkan vegetasi yang membusuk dan gunung berapi melepaskan beberapa bahan kimia. Tetapi sebagian besar hujan asam adalah produk dari aktivitas manusia. Dimana sumber terbesarnya ialah pembangkit listrik tenaga batu bara, pabrik dan mobil.

Bahwa ketika manusia membakar bahan bakar fosil, sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) dilepaskan ke atmosfer. Polutan udara ini bereaksi dengan air, oksigen dan zat lain inilah yang kemudian membentuk asam sulfat dan nitrat di udara.

Selanjutnya angin juga bisa menyebarkan senyawa asam ini melalui atmosfer dan lebih dari ratusan mil. Apabila hujan asam mencapai bumi, akan mengalir melintasi permukaan dalam air limpasan. Kemudian memasuki sistem air dan meresap ke dalam tanah.

Pengertian Hujan Asam Menurut Ahli

Berikut dibawah ini pengertian hujan asam menurut ahli, antara lain:

National Geography

Menurut National Geography, yang di maksud hujan asam adalah segala bentuk presipitasi yang mengandung asam nitrat dan asam sulfat tingkat tinggi. Hujan selalu sedikit asam karena bercampur dengan oksida alami di udara.

Pada hakikatnya, hujan yang tidak tercemar akan memiliki nilai pH antara 5 dan juga 6. Karena udara menjadi lebih tercemar dengan nitrogen oksida dan sulfur dioksida, keasaman dapat meningkat hingga nilai pH 4. Beberapa hujan bahkan tercatat sebagai pH 2.

Environmental Protection Agency (EPA)

Environmental Protection Agency (EPA) mendefinisikan hujan asam atau deposisi asam sebagai istilah luas yang mencakup segala bentuk presipitasi.

Dimana mengandung komponen asam, seperti asam sulfat atau asam nitrat. Curah hujan tidak selalu basah atau cair dengan definisi tersebut mencakup debu, gas, hujan, salju, kabut dan hujan es.

Proses Hujan Asam

Hujan asam disebabkan oleh reaksi kimia yang dimulai ketika senyawa seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida dilepaskan ke udara. Pencampuran ini adalah untuk membentuk polutan yang lebih asam, yang dikenal sebagai hujan asam.

Sulfur dioksida dan nitrogen oksida mudah larut dalam air dan dapat dibawa sangat jauh oleh angin. Akibatnya, kedua senyawa tersebut dapat menempuh jarak yang sangat jauh di mana mereka menjadi bagian dari hujan, hujan es, salju dan kabut yang kita alami pada hari tertentu.

Pembakaran bahan bakar menghasilkan sulfur dioksida dan oksida nitrat, yang kemudian diubah menjadi asam sulfat dan asam nitrat. Proses kimia hujan asam dapat dibagi menjadi dua fase, yaitu kimia dalam fase gas dan kimia dalam tetesan awan.

Karakteristik Hujan Asam

Setelah memahami pengertian hujan asam, selanjutnya yang harus kita pahami adalah karakteristinya. Adapun beberapa karakteristik hujan asam, antara lain:

1). Mengandung ion hidrogen tingkat tinggi, menyebabkan pH menjadi rendah atau asam, yaitu 4,3 (sementara air murni seimbang sempurna pada 7).

2). Hujan asam terjadi ketika emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida bereaksi dengan molekul air di atmosfer.

Fakta Tentang Hujan Asam

Berikut dibawah ini fakta tentang hujan asam, antara lain sebagai berikut.

1). Hujan asam juga dapat terjadi akibat letusan gunung berapi, pembakaran batu bara dan bahkan tanaman yang membusuk.

2). Dapat menyebabkan penyakit seperti kanker, asma bahkan penyakit jantung.

3). Asam dalam hujan asam dapat merusak pekerjaan cat mobil, tetapi tidak akan melelehkan mobil.

4). Hujan asam memiliki perkiraan pH yang sama dengan cuka.

5). Hujan bukan satu-satunya jenis presipitasi yang bisa disebut hujan asam. Salju, kabut, dan bahkan debu dapat mengandung racun yang merusak seperti hujan asam.

Demikian ulasan kami mengenai hujan asam yang menjelaskan mulai dari pengertian, proses, karakteristik hingga fakta mengenai hujan asam.

Semoga ulasan kami membantu kamu, khususnya untuk lebih memahami terkait hujan asam. Terimakasih sudah singgah dan semoga harimu menyenangkan ya.

0 Comment

Comments closed.