Pengertian Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Pada saat kamu selesai menyelesaikan suatu bagian dalam pembelajaran tentu gurumu akan melakukan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui kemampuan kamu dan menguji kualitas pembelajaran apakah dapat meningkat dari waktu ke waktu atau tidak.

Jika tidak didapatkan peningkatan kualitas pembelajaran maka guru akan mencari solusi terbaik untuk dapat meningkatkannya. Evaluasi pembelajaran sendiri dapat dilakukan dengan ulangan dan ujian pada akhir pembelajaran.

Berikut ini kita akan mengulas mengenai evaluasi pembelajaran.

Pengertian Evaluasi Pembelajaran Menurut Ahli

Berikut dibawah ini pengertian evaluasi pembelajaran menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.

1). Arikunto

Evaluasi adalah suatu proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dengan cara apa, dan pada bagian apa tujuan pendidikan dapat dicapai.

2). Rina Febriana

Evaluasi pembelajaran adalah proses yang berkelanjutan dari pengumpulan dan interpretasi informasi, dalam menilai keputusan yang dibuat untuk merancang sistem pembelajaran.

3). Sukirman

Evaluasi pembelajaran adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menginterpretasikan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan pada mata pelajaran tertentu di sekolah atau madrasah.

4). Hamzah

Evaluasi pembelajaran adalah penilaian terhadap kegiatan dan kemajuan belajar siswa yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, praktikum, pemberian tugas dan atau observasi oleh guru.

Bentuk ujiannya meliputi ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian tugas akhir yang pembobotannya ditentukan oleh kebersamaan antara pembimbing mata kuliah dengan penyusun silabus atau institusi yang bersangkutan. Siswa diperbolehkan mengikuti ujian dengan syarat-syarat tertentu.

Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Ada beberapa prinsip dalam evaluasi pembelajaran yang harus dilaksanakan untuk dapat melihat tercapainya program belajar, menurut Sudaryono prinsip evaluasi pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut :

1). Prinsip Objektivitas (objectivity)

Prinsip objektivitas terutama berkaitan dengan alat evaluasi yang digunakan. Artinya, alat evaluasi yang digunakan harus memiliki derajat kebebasan dari subjektivitas atau bias pribadi guru yang dapat mengganggu.

Suatu evaluasi dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam pelaksanaannya tidak ada faktor subjektif yang mempengaruhinya, baik mengenai bentuk evaluasinya maupun dari evaluator itu sendiri.

2). Prinsip Menyeluruh (comprehensive)

Yang dimaksud dengan asas keseluruhan bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi dilakukan secara utuh dan menyeluruh, meliputi seluruh aspek perilaku siswa, baik aspek berpikir (domain kognitif), aspek nilai atau sikap (domain afektif) dan aspek keterampilan (domain psikomotor) yang ada pada setiap siswa.

3). Prinsip Kegunaan

Asas kegunaan ini menyatakan bahwa evaluasi yang dilakukan haruslah sesuatu yang bermanfaat, baik bagi siswa maupun bagi pelaksana.

Jika pelaksanaan evaluasi ini hanya akan mempersulit siswa, tanpa ada manfaat pedagogis bagi dirinya sendiri, maka evaluasi tidak boleh dilakukan. Manfaat ini diukur dari aspek waktu, biaya, dan fasilitas yang tersedia serta jumlah mahasiswa yang akan mengikuti.

4). Prinsip Validitas (validity) dan Reliabilitas (reliability)

Validitas atau validitas adalah suatu konsep yang menyatakan bahwa alat evaluasi yang digunakan benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur.

Validitas adalah ketepatan, misalnya untuk mengukur besarnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran tidak diukur dari nilai yang diperoleh pada saat tes, tetapi dilihat melalui kehadiran, konsentrasi selama pembelajaran dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, dalam merasa relevan dengan masalah.

5). Prinsip Berkesinambungan (continuity)

Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah bahwa kegiatan evaluasi untuk hasil belajar yang baik adalah evaluasi yang dilakukan secara terus menerus (continuous). Artinya, guru harus selalu memberikan evaluasi kepada siswa agar kesimpulan yang diambil akan lebih tepat.

Dengan mengevaluasi hasil belajar yang dilakukan secara teratur, terencana dan terjadwal, memungkinkan lagi bagi guru untuk memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran tentang kemajuan dan perkembangan siswa dari awal hingga akhir program pembelajaran.

6). Prinsip Penggunaan Kriteria

Penggunaan kriteria yang diperlukan dalam evaluasi adalah ketika memasuki tingkat pengukuran, baik pengukuran menggunakan standar absolut (penilaian acuan patokan) maupun pengukuran dengan standar relatif (penilaian acuan norma).

Dalam penilaian acuan acuan, misalnya, jika siswa diberikan 100 soal dan setiap soal memiliki bobot 1, posisi siswa ditentukan berdasarkan jumlah jawaban yang benar dari soal tersebut.

Jika angka 70 dianggap siswa telah menguasai materi, maka siswa tersebut dinyatakan berhasil jika mendapat nilai 70 atau lebih.

Sedangkan penilaian acuan norma dilakukan dengan cara membandingkan skor yang diperoleh seorang siswa dengan skor siswa lain di kelas tersebut.

Tujuan Evaluasi Pembelajaran

Tujuan Evaluasi Pembelajaran sendiri merupakan untuk mengetahui hasil akhir dari kemampuan dan kualitas peserta didik dalam mencapai program pembelajaran.

Berikut adalah beberapa tujuan lain ari evaluasi pembelajaran menurut Zainal Arifin.

1). Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi sistem pembelajaran, baik mengenai tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri.

2). Tujuan khusus evaluasi pembelajaran seperti evaluasi dampak, evaluasi pemantauan, evaluasi perencanaan dan pembangunan, evaluasi program yang komprehensif dan evaluasi efisiensi ekonomi, merupakan salah satu tujuan evaluasi yang disesuaikan dengan jenis evaluasi pembelajaran itu sendiri.

Manfaat Evaluasi Pembelajaran

Berikut merupakan beberapa manfaat evaluasi pada sistem pembelajaran menurut seorang Ngalim Purwanto, yang membaginya dalam dua manfaat yaitu secara umum dan khusus, berikut adalah penjelasannya :

Manfaat Umum

Adapun manfaat umum dari evaluasi pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu :

1). Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yansg akan dijadikan bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang di alami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dapat dikatakan bahwa tujuan dari evaluasi pembelajaran ini adalah untuk memperoleh data sampai dimana keberhasilan peserta didik dapat memahami dan capaian kurikulum setelah mereka mengikuti proses kegiatan belajar mengajar.

2). Untuk mengetahui tingkat-tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran.

Manfaat Khusus

Sedangkan untuk manfaat khusus dari dari evaluasi pembelajaran juga terbagi dua pula, yaitu :

1). Untuk merangsang peserta didik dalam mempelajari dan memahami program pendidikan yang telah ditetapkan oleh kurikulum.

2). Dapat menemukan faktor-faktor kegagalan dan penyebab keberhasilan para peserta didik selama proses pembelajaran.

Demikian ulasan kami mengenai pengertian evaluasi pembelajaran menurut ahli, sifat-sifat, pengelompokkan, dampak negatif, serta manfaat evaluasi pembelajaran dalam kehidupan kita.

Semoga ulasan kami membantu, khususnya dalam memberikan pemahaman yang berkaitan dengan unsur. Terimakasih ya sudah berkunjung.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN

Di luar ekspektasi, ternyata segini bayaran Farel Prayoga sekali manggung

Penyanyi cilik Farel Prayoga melejit namanya pasca bernyanyi di acara HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2022 lalu. Ia berhasil…

15 Tempat Wisata di Kabupaten Pacitan yang Wajib Dikunjungi

Keindahan alam di Kabupaten Pacitan memang sudah tidak dapat diragukan lagi. Keindahan pantainya, goa, dan juga hamparan alam hijau yang…

15 Tempat Wisata di Kabupaten Mojokerto yang Wajib Dikunjungi

Tahukah Anda bahwa Kabupaten Mojokerto merupakan kabupaten/kota terkecil di Indonesia ? Namun meski begitu Mojokerto memang sangat kaya akan budaya…

Pasal 135 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

Kitab Undang-undang Hukum Pidana (bahasa Belanda: Wetboek van Stafrecht, umum dikenal sebagai KUH Pidana atau KUHP) adalah peraturan perundang-undangan yang…

18 Tempat Wisata di Kabupaten Purbalingga yang Wajib Dikunjungi

Purbalingga merupakan sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Pemalang pada sisi sebelah utara. Kabupaten Purbalingga memang…

15 Tempat Wisata di Kota Probolinggo yang Wajib Dikunjungi

Kota Probolinggo memang terkenal sebagai Kota Seribu Taman, tak heran jika Anda dapat menemukan banyak sekali taman-taman indah yang ada…

Pasal 185 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

Kitab Undang-undang Hukum Pidana (bahasa Belanda: Wetboek van Stafrecht, umum dikenal sebagai KUH Pidana atau KUHP) adalah peraturan perundang-undangan yang…

Meledak Emosi Lesti Kejora, di Hadapannya Rizky Billar Berani Goda Sosok Wanita Lain Sampai Panggil Sayang

Baru-baru ini, Lesti Kejora dibuat naik pitam gara-gara ulah sang suami, Rizky Billar. Bagaimana tidak? Di hadapan Lesti Kejora, Rizky…

Ini Trik Tante Erni Goda Mata Pria, Cara Berpakaian Buat Berdecak Kagum

Sosok Tante Ernie terus ditunggu-tunggu kaum adam, penampilan yang disuguhkan membuat mata pria terpana. Kali ini, Tante Ernie tampil menggoda…

15 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi

Banyuwangi menjadi salah satu tempat yang masih menjaga tradisi dan juga keindahan alamnya. Tak heran Banyuwangi memang memiliki banyak daya…