Pengertian Etika, Peran, Fungsi dan Manfaat Etika

Tentu kita sudah tidak asing dengan istilah etika, sebagai ilmu yang diajarkan untuk menyelidiki yang baik dan buruk tingkah laku. Termasuk didalamnya memperlihatkan perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia.

Nah… untuk lebih jelasnya mengenai etika, yuk simak ulasan mengenai pengertian etika menurut ahli, peran, fungsi dan manfaat etika berikut!

Pengertian Etika

Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno, dimana bentuk tunggal kata “etika” adalah ethos dan bentuk jamaknya adalah ta etha. Kata etos sendiri memiliki banyak arti, diantaranya adalah tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, budi pekerti, perasaan, sikap, cara berpikir.

Selanjutnya mengenai arti dari ta eta tak lain adalah adat. Jadi, bisa disimpulkan bahwa etika adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh akal manusia.

Dimana etika profesi terdapat kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi ketika hendak memberikan jasa keahlian profesional kepada orang yang membutuhkan.

1). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Jika membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita akan menemukan kata etika dengan arti ilmu tentang baik buruknya tingkah laku, hak dan kewajiban moral; seperangkat harapan atau nilai yang terkait dengan moralitas; nilai-nilai tentang benar atau salahnya tindakan atau perilaku yang dianut oleh masyarakat.

2). Hamzah Yakub

Menurut Hamzah Yakub pengertian dari etika ialah menyelidiki tindakan mana yang baik dan mana yang buruk.

3). Soegarda Poerbakawatja

Soegarda Poerbakawatja mendefinisikan etika sebagai falsafah yang berkaitan dengan nilai-nilai, tentang perbuatan baik dan buruk serta kesusilaan.

4). Drs. O.P. Simorangkir

Menurut Drs. O.P. Simorangkir, yang dimaksud dengan etika adalah pandangan manusia tentang baik buruknya tingkah laku manusia.

5). H.A. Mustafa

Selanjutnya hadir definisi etika menurut H.A. Mustafa, ialah etika sebagai ilmu yang menyelidiki apa yang baik dan apa yang buruk. Dengan memperhatikan perbuatan manusia sejauh yang diketahui oleh akar pikirannya.

6). Martin

Etika menurut Martin adalah disiplin ilmu yang menjadi acuan atau pedoman untuk mengendalikan tingkah laku atau tingkah laku manusia.

7). Aristoteles

Aristoteles sebagai seorang filsuf membagi pengertian etika menjadi dua, yaitu Terminius Technikus dan Manner and Custom. Terminius Technikus adalah etika yang dipelajari sebagai ilmu yang mempelajari suatu masalah tindakan atau perbuatan manusia.

8). Maryani dan Ludigdo

Pengertian etika menurut Maryani dan Ludigdo adalah seperangkat norma, aturan atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia. Perilaku dalam hal ini baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok orang atau sekelompok orang.

9). James J. Spillane SJ

Menurut James J. Spillane SJ, etika adalah mempertimbangkan atau memperhatikan perilaku manusia dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih diarahkan pada penggunaan akal manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salah dan perilaku seseorang terhadap orang lain.

10). Drs. Salam H. Burhanudin

Drs. Salam H.Burhanudin berpendapat bahwa yang dimaksud dengan etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupan.

11). Drs. Sidi Gajabla

Hadir juga definisi etika dari Drs. Sidi Gajabla yang berpendapat bahwa etika adalah teori tentang perilaku atau tindakan manusia dalam hal baik dan buruknya sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

Peran Etika

Setelah memahami pengertian etika, hal selanjunya yang harus diketahui adalah peranan dari etika itu sendiri. Adapun beberapa peran etika adalah sebagai berikut:

1). Norma hukum tidak mencapai wilayah abu-abu.

2). Norma hukum cepat usang, sehingga sering terjadi celah hukum.

3). Norma hukum seringkali tidak dapat mendeteksi dampak etis di masa depan.

4). Etika memerlukan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan dan tata cara yang wajar bagi masyarakat.

5). Kenyataan bahwa asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.

Fungsi Etika

Tentunya setiap hal memiliki fungsinya masing-masing, begitu juga dengan etika, yang memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

1). Hati nurani paling tahu kapan tindakan seseorang melanggar etika atau etis.

2). Hadir dalam upaya menyelesaikan atau memecahkan masalah dalam situasi yang sulit.

3). Mampu mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah tindakan yang merugikan, memperlakukan manusia secara adil, menjelaskan dengan benar, menepati janji yang telah disepakati dan menjaga kerahasiaan.

4). Tempat orientasi kritis dalam menghadapi keragaman moralitas yang membingungkan.

5). Mendemonstrasikan kemampuan intelektual yaitu kemampuan berargumentasi secara rasional dan kritis.

6). Untuk itu diperlukan orientasi etis dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana.

Manfaat Etika

Nah, fungsi-fungsi dari etika ini tentu menghadirkan manfaat. Berikut ini adalah dua manfaat umum dari etika yang terdiri dari:

1). Mengajak masyarakat untuk kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara mandiri.

2). Mengarahkan pembangunan masyarakat menuju suasana tertib, tertib, damai dan sejahtera.

Demikian artikel kami mengenai pengertian etika menurut ahli, peran, fungsi dan manfaat etika. Semoga ulasan kami dapat membantu, khususnya menambah wawasan kamu mengenai etika. Terimakasih sudah berkunjung.