Kisah Tragis Eli, Pemuda yang Niat Kembalikan Sepeda Motor Milik Warga, Tapi Malah Tewas Diamuk Massa karena Dikira Pencurinya

Subtitle goes here

By:

September 14, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Seorang pria tewas diamuk massa lantaran dicurigai sebagai pelaku pencurian sepeda motor.

Melansir dari Kompas.com, pria tersebut diketahui bernama Eli Sujarwo (31).

Adapun, insiden pencurian sepeda motor sendiri terjadi di Desa Lubuk Keranji, Kelurahan Saterio, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Jumat (10/9/2021).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Banyuasin Ipda Raden Candra Anugerah menjelaskan, kejadian bermula saat seorang warga mengaku kehilangan satu unit sepeda motor.

Warga kemudian ramai-ramai mencari sepeda motor tersebut.

Pencarian membuahkan hasil, sepeda motor tersebut ternyata berada di semak-semak.

Saat warga sibuk hendak mengevakuasi sepeda motor tersebut, Eli mendadak keluar dari semak-semak.

Warga pun berteriak dan berusaha mengejar Eli.

Eli yang menjadi bulan-bulanan massa akhirnya tertangkap dan dipukuli hingga tewas.

Tak hanya luka pukul, Eli juga mengalami luka tembak yang berasal dari senapan angin.

“Warga marah karena korban ini diduga mencuri motor sehingga langsung memukulinya hingga tewas,” kata Raden saat berada di ruang forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sabtu (11/9/2021), dikutip dari Kompas.com.

Atas insiden tersebut, keluarga Eli juga melapor ke Polres Banyuasin.

“Sekarang kasusnya masih didalami, laporan dari keluarga korban juga sudah kita terima,” ujarnya.

Pasalnya, keluarga korban tak terima Eli meninggal dunia atas kesalahan yang tak ia lakukan.

Menurut adik kandung Eli, yakni Hendri Susanto (29), kakaknya sama sekali tak berniat mencuri sepeda motor tersebut.

Malahan Eli lah yang menemukan sepeda motor itu di semak-semak terlebih dahulu daripada warga lainnya.

Eli sendiri awalnya berniat untuk mengembalikan sepeda motor itu kepada pemiliknya.

Sayang, warga lebih dulu mengiranya sebagai pencuri.

“Kakak saya itu bahkan ditembak. Mereka sembarangan saja menuduh mestinya ditanya dulu jangan main hakim sendiri.

“Kalaupun dia salah tidak harus begini biar polisi yang menangani,” ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Hendri kini hanya bisa berharap para pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami mau persoalan ini dibawa ke ranah hukum,” tandasnya.
(*)

sumber: sosok.id

0 Comment

Comments closed.