Kepengin Cepat Kaya tapi Ogah Kerja, Pasutri di Gowa Tega Congkel Mata Anaknya Sendiri cuma Demi Pesugihan

Subtitle goes here

By:

September 08, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Kepengin Cepat Kaya tapi Ogah Kerja, Pasutri di Gowa Tega Congkel Mata Anaknya Sendiri cuma Demi Pesugihan.

Sekeluarga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mulai ayah, ibu hingga kakek ditahan polisi karena diduga melakukan praktek ilmu hitam pesugihan untuk menggandakan kekayaan.

Namun, praktik ilmu hitam ini meminta tumbal anggota tubuh keluarga inti.

Kasus ini sementara ditangani Polres Gowa, Sulsel.

Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffaruddin Pulungan berjanji menuntaskan kasus ini secepatnya karena menjadi atensi publik.

AP, seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Gowa, Sulawesi Selatan, mengalami kekerasan fisik.

Kedua orangtuanya berinisial TAU (47) dan HAS (43), dibantu pamannya US (44), serta kakeknya BAR (70), berusaha mencungkil mata AP dengan tangan.

Mereka tega mencongkel mata korban lantaran diduga mempelajari ilmu hitam pesugihan untuk menjadikan korban sebagai tumbal.

Aksi penganiayaan terhadap AP pertama kali dilakukan oleh ibunya, HAS.

Ia mencongkel mata sebelah kanan korban dengan menggunakan jari tangannya.

”Aksi itu dibantu oleh bapaknya, TAU, paman korban, US dan kakeknya BAR dengan memegang kepala dan badan korban,”

“Sehingga, mengakibatkan mata sebelah kanan korban mengalami luka dan mengeluarkan darah,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, Minggu (5/9/2021), melansir Tribun Timur.

Sementara itu, Bayu yang merupakan paman korban mengatakan, kejadian nahas yang menimpa AP itu berawal ketika TAU (47) dan HAS hilang kesadaran karena diduga tengah menjalani ritual ilmu hitam.

”Mungkin orangtua anak ini di luar kesadaran non medis.”

“Jadi, orangtuanya seperti memiliki ilmu hitam apa begitu,” kata Bayu, Sabtu (4/9).

Ritual ilmu hitam itu pun harus memakan korban.

Sang anak yang menjadi tumbal alias korban.

Bukan hanya AP, tapi kakaknya juga ternyata ikut ditumbalkan.

Sang kakak dicekoki air garam 2 liter hingga meregang nyawa.

”Informasinya, satu korban yakni kakaknya ini meninggal karena dicekoki air garam 2 liter,” jelas Bayu.

Akibat perbuatan orangtuanya itu, AP kini harus menjalani perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf Gowa.

“Yang ini pas kami dari kuburan, orangtuanya kan masih belum sadar,”

“Katanya dia lihat sesuatu di mata anaknya, mereka berusaha mengambil.”

“Mereka berempat (terduga pelaku) menganiaya korban,” beber Bayu.

Berdasarkan pantauan dari TribunGowa.com, AP tampak dijaga oleh sang paman selama di rumah sakit.

Ia dijaga bergantian oleh keluarganya yang lain.

Baik itu dari keluarga kakeknya, maupun neneknya.

Perban yang melekat pada mata kanan AP terlihat juga telah dilepas.

Namun, air mata AP masih bercucuran menahan sakit yang ia alami.

Beberapa anggota keluarganya yang lain sesekali mencoba menghibur AP.

Bayu mengatakan, keponakanya itu masih susah untuk tertidur akibat mata korban yang masih sakit.

sumber: suar.grid.id

0 Comment

Comments closed.