Fakta Baru Kasus Dugaan Ayah Cabuli 3 Anak di Luwu Timur, Dokter Ikut Dimintai Keterangan

Subtitle goes here

By:

November 04, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Pengungkapan kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang ayah kandung terhadap tiga anak perempuannya di Luwu Timur masih terus berlanjut.

Teranyar, Polres Luwu Timur bersama dengan Ditkrimum Polda Sulawesi Selatan memeriksa sejumlah saksi untuk mencari titik terang atas kasus ini. Salah satu saksi yang ikut dimintai keterangan adalah dokter yang memeriksa korban serta ahli.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, penyidik sudah berkomunikasi dengan ibu kandung korban. Hanya saja, pihaknya belum bisa menyampaikan perkembangannya saat ini.

“Nanti kami sampaikan perkembangannya,” kata Ramadhan, Rabu (3/11/2021).

Selain ibu korban dan dokter yang memeriksa, para korban juga turut dimintai keterangan.

“Saat ini penyidik sedang melakukan permintaan keterangan dari ibu korban, dari anak-anak korban dan keterangan dokter pemeriksa serta ahli,” ujar Ramadhan.

Ramadhan menjelaskan, permintaan keterangan ini masih berproses dan laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan, karena belum ada bukti permulaan yang cukup untuk ditingkatkan ke penyidikan.

“Jadi masih meminta keterangan dari ibu korban, dari anak-anak yang dianggap korban, keterangan dokter pemeriksa, dan ahli-ahli. Masih berproses,” ujar Ramadhan.

Adapun penyelidikan laporan polisi model A ini menggunakan waktu atau tempus yang berbeda dari laporan awal pidananya, yakni Oktober 2019.

Penyelidikan oleh polisi ini menggunakan waktu tanggal 25-31 Oktober 2019, di mana ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap anaknya dan didapati hasil pemeriksaan yang berbeda dengan hasil visum yang dilakukan pada tanggal 19 dan 24 Oktober 2019.

“Tidak ada perbedaan hasil visum. Karena memang perbedaan visum yang pertama dan 24 Oktober 2019 hasilnya sama. Yang ada hasil pemeriksaan dari rumah sakit yang tidak sama tapi waktu yang berbeda. Tapi dua visum hasilnya sama. Kita tunggu saja. Proses tetap berjalan dan kami akan transparan untuk menyampaikan hasil penyelidikan atau penyidikan,” terang Ramadhan.

Kasus pemerkosaan terhadap tiga anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya ini viral di media sosial hingga memunculkan tanda pagar #percumalaporpolisi. Peristiwa itu dilaporkan Oktober 2019 dan penyidik menghentikan penyelidikan.

sumber: indozone.id

0 Comment

Comments closed.