Cara Pemupukan Tanaman Tomat dari Benih Hingga Panen

Tomat merupakan satu dari sekian banyak tanaman hortikultura yang sangat digemari untuk dibudidayakan.

Namun, usaha budidaya hortikultura diakui sebagian besar para pelakunya sebagai usaha yang bersifat high risk – high return.

Istilah itu berarti usaha berpeluang menghasilkan untung besar, namun juga memiliki resiko kegagalan yang juga tinggi.

Oleh karena itu, penting untuk para calon pembudidaya memperkaya ilmu budidaya yang baik dan benar demi memperbesar peluang untung dan sebisa mungkin memperkecil peluang rugi.

Berikut dibawah ini kami rangkum tahapan budidaya tomat yang cukup menentukan hasil dari panen budidaya, yaitu tahap pemupukan.

1). Pemupukan Dasar

Pemupukan pada tanaman bayam dimulai sejak tahap persiapan lahan. Tepatnya, setelah pembuatan parit selebar 20 – 30 cm di antara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.

Pada tahap ini, lakukan pemupukan dasar berupa pupuk Urea/ZA berdosis 4 kg + TSP berdosis 7,5 kg + KCI berdosis 4 kg, diberikan per 1000 m2 di atas bedengan, pemberian dilakukan sembari diaduk dan diratakan dengan tanah.

Alternatif jenis pupuk lain yang dapat dipergunakan adalah pupuk majemuk NPK (15:15:15) dosis 20 kg/1000 m2, ataupun pupuk cair yang telah dicampur air secara merata dengan dosis 1 – 2 botol/1000 m2, campurkan pupuk tersebut secara merata dengan tanah di atas bedengan.

2). Pemupukan Fase Persemaian

Pada fase persemaian, untuk menjaga tanaman senantiasa subur dan terhindar dari segala hama dan penyakit tanaman, bibit tanaman tomat memerlukan pupuk pada media tanamnya, yaitu berupa pupuk kandang berdosis 25 – 30 kg ditambah dengan produk pestisida organik.

Diakhiri dengan penyemprotan produk pupuk organik cair pada tanaman yang berumur 10 dan 17 hari, dengan dosis 2 tutup botol.

3). Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan diberikan pada saat tanaman berumur 2 – 3 minggu sesudah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah campuran pupuk Urea dan KCL berdosis 5 gr.

Berikan pupuk tersebut di sekeliling batang tanaman sejauh 5 cm, dan sedalam 1 cm, tutupi dengan tanah, kemudian sirami dengan air.

Apabila pada saat tanaman berumur 4 minggu namun tak terlihat kesuburan pada tanaman, berikan lagi pupuk tambahan berupa pupuk Urea dan KCL berdosis 7 gr, dengan jarak pemupukan dari batang lebih jauh, yaitu 7 cm. Jika tanaman menggunakan mulsa, pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan.

4). Pemupukan Fase Generatif

Fase generatif tanaman terjadi saat tanaman berusia 30 – 80 hari setelah tanam (HST), aplikasikan pupuk berikutnya, berupa pupuk organik cair setiap 7 – 10 hari sekali dengan dosis 2 – 4 tutup, tergantung pada dosis produk yang telah dianjurkan.

Dikarenakan berbentuk cair, agar pupuk tidak mudah hilang oleh air hujan, maka dapat ditambahkan produk perekat perata pupuk dengan dosis 5 ml.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN