Cara Pemupukan Tanaman Bawang Putih dari Benih Hingga Panen

Di sektor pertanian, bawang putih adalah komoditas kegemaran para petani. Tingkat permintaan tinggi yang berasal dari konsumen makro (restoran, hotel dll) maupun mikro (rumah tangga) terutama di musim-musim hari besar, menjadikan usaha budidaya bawang putih relatif selalu menguntungkan.

Pada beberapa kasus, para petani rakyat juga tak jarang mendapat tawaran kerjasama oleh pihak importir. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mulai berencana untuk melakukan usaha budidaya bawang putih.

Kesempatan mendapat keuntungan akan pasar yang luas selalu terbuka lebar. Namun sebelumnya, mari pelajari dahulu salah satu tahapan budidaya bawang putih, yaitu cara pemupukan yang baik dan benar untuk memperoleh hasil panen yang memuaskan.

1). Pupuk Dasar

Jenis dan Dosis Pupuk : Pupuk Kandang yang sudah matang 10 – 15 ton/ha

Waktu Pemupukan : Dilakukan tepat sebelum penanaman benih.

Cara Pemupukan : Pupuk Kandang disebarkan sebanyak pada media tanam, lalu tutup lagi dengan tanah setebal 5 cm. Biarkan selama 10 hari.

2). Pemupukan Susulan

Jenis dan Dosis Pupuk : Pupuk Buatan: 200 kg Urea, 200 kg ZA, 250 kg TSP/SP-36, 300 kg KCL per hektare.

Waktu Pemupukan : Dilakukan tepat saat tanaman memasuki usia 15 HST, dan 30 – 35 HST.

Cara Pemupukan : Pupuk Buatan disebarkan secara bertahap, yaitu Pupuk SP-36 250 kg/ha dan KCI 300 kg diberikan secara bersamaan sebelum tanam. Pupuk Urea dan ZA diberikan ½ bagian (masing-masing 100 kg) saat menjelang tanam. ½ bagian Urea diberikan setelah tanaman berumur 15 hari, dan ½ bagian ZA diberikan setelah tanaman berumur 30 hari. Pupuk Urea ditaburkan tepat 5 – 10 cm sebelah kiri atau kanan barisan tanaman yang sudah ditugalkan, lalu tutup dengan tanah.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN