Bacaan Doa Iftitah dan Artinya Serta Tata Cara Sholat

Doa iftitah adalah doa yang dibaca ketika melaksanakan sholat fardhu maupun sunnah dirakaat pertama setelah takbiratul ihram sebelum membaca qur’an surat Al-fatihah dengan posisi tangan bersedekap diatas pusar.

Ada beberapa doa iftitah yang biasa dibacakan diantaranya:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Latin :

“Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiina. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

Artinya :

”Allah Maha Besar dengan sebesar besarnya. Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukan-Nya.”

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ , اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ , اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Latin :

Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allaahummaghsil khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad.”

Artinya :

”Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan kesalahanku dengan salju, air dan air es.”

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي ، وَأَنَا عَبْدُكَ ، ظَلَمْتُ نَفْسِي ، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا ، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin :

Wajahtu wajhiya lilladzii fathorossama waa ti wal ardho hanii famuslimau wamaa ana minal musrikin, Inna sholati wanusuki wamahyaya wa mamaatii lillahirobbil ‘alamiin. Laa syarikalahu, wabidza lika umirtu wa anaa minalmuslimiin. Allahumma antal maliku laa ilaa hailla anta rabbi, wa ana ‘abduka, dzalamtu nafsii, wa’taraftu bidzanbii, faghfirlii dzunuubii jamii’a, innahu laa yaghfirudz dzunuba illaa anta, wahdinii liahsanil akhlaq laa yahdii liahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyiatihaa laa yashrifu ‘annii sayyi’atiha illa anta, labbaika wa sa’dayka wal khair kulluhu fii yadik, wasy syarru laisa ilaika ana bika wa ilaika tabarakta wa ta’aalait, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya :

”Aku hadapkan wajahku pada Dzat yang Maha Menciptakan langit serta bumi sebagai seorang muslim yang ikhlas dan aku bukanlah termasuk dari golongan orang-orang yang musyrik. Sungguh sholatku dan sembelihanku serta hidupku juga matiku, hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tiada sekutu untuk-Nya, oleh sebab itu aku patuh pada perintah-perintah-Nya, dan aku termasuk dari golongan orang-orang yang berserah diri. Ya Rabb, Engkaulah Dzat yang Maha Penguasa. Tiada Tuhan selain engkau Tuhanku, dan aku hamba-Mu, aku telah zalim dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosaku karena sesungguhnya tidak ada yang mampu memberi ampunan kecuali Engkau, jauhkanlah dariku keburukan karena tidak ada yang mampu menjauhkannya kecuali Engkau, semua kebahagiaan dan kebaikan semua berada pada tangan-Mu dan keburukan bukan karena-Mu, hanya pada-Mu aku berharap dan berserah, Maha Baik dan Maha Mulia Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat pada-Mu.”

Adapun Tata Cara Sholat adalah sebagai berikut:

1). Niat

Membaca niat dalam hati atau dengan suara lirih sesuai waktu sholat yang dikerjakan.

– Niat sholat Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Artinya : ”Aku niat melaksanakan sholat subuh dua rakaat menghadap kiblat wajib karena Allah Ta’ala.”

– Niat sholat Dzuhur

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Artinya : ”Aku niat melaksanakan sholat dzuhur empat rakaat menghadap kiblat wajib karena Allah Ta’ala.”

– Niat sholat Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Artinya : ”Aku niat melaksanakan sholat ashar empat rakaat menghadap kiblat wajib karena Allah Ta’ala.”

– Niat sholat Magrib

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Artinya : ”Aku niat melaksanakan sholat magrib tiga rakaat menghadap kiblat wajib karena Allah Ta’ala.”

– Niat sholat isya

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Artinya : ”Aku niat melaksanakan sholat isya empat rakaat menghadap kiblat wajib karena Allah Ta’ala.”

Untuk setiap niat apabila dikerjakan berjamaah sebagai imam maka ditambahkan lafadz (اِمَامًا) setelah kalimat (اَدَاءً) sedangkan bila menjadi makmum maka setelah lafadz (اَدَاءً) ditambahkan kalimat (مَاْمُوْمًا).

2). Mengangkat kedua belah tangan sambil membaca takbiratul ihram

اللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya : “Allah Maha Besar.”

3). Membaca doa iftitah

Sebagaimana disebutkan diatas setelah takbiratul ihram sebelum membaca qur’an surat Al-fatihah disunnahkan membaca doa iftitah terlebih dulu. Kita bisa membaca salah satu doa iftitah yang telah disebutkan diatas.

4). Membaca Al-qur’an surat Al-fatihah ayat 1 – 7

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم . ١

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ . ٢
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ . ٣
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ . ٤
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . ٥
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . ٦
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ . ٧

Artinya :”

  1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  3. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  4. Yang menguasai hari pembalasan.
  5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
  6. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
  7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. Bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

5). Membaca surat pendek dalam Al-qur’an.

6). Setelah membaca Al-fatihah dan surat pendek dalam Al-qur’an kemudian takbiratul ihram mengangkat kedua belah tangan sambil mengucapkan اللَّهُ أَكْبَرُ (Allah Maha Besar) kemudian rukuk (badan membungkuk. Kedua tangan memegang lutut posisi punggung dan kepala rata sambil membaca lafadz:

سُبْحَانَ رَبِّي العَظِيم

Artinya : ”Maha Suci Tuhanku yang Maha Besar.”

7). Setelah rukuk kemudian bangkit dengan mengangkat kedua belah tangan dan I’tidal. Bacaan ketika mengangkat kedua belah tangan setelah rukuk,

سمع الله لمن حمده

Artinya : ”Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya.”

Dilanjutkan dengan bacaan I’tidal yaitu:

ربنا لك الحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد

Artinya : ”Ya Allah Tuhan kami bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki setelah itu.”

8). Sujud (meletakan dahi kebumi dengan mendahulukan lutut atau tangan) setelah selesai I’tidal kemudian sujud sambil mengucapkan اللَّهُ أَكْبَرُ

Bacaaan sujud yaitu:

سُبحانَ ربِّيَ الأعلى

Artinya : ”Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi.”

9). Duduk antara dua sujud, setelah melakukan sujud pertama kemudian bangkit sambil mengucapkan اللَّهُ أَكْبَرُ (Allah Maha Besar) lalu membaca bacaan duduk diantara dua sujud yaitu:

رَبِّ اِغْفِرْ لِي, وَارْحَمْنِي, وَاهْدِنِي, وَارْزُقْنِي, وَاجْبُرْنِي وَعَافِنِي

Artinya : ”Wahai Rabbku, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah petunjuk kepadaku, berilah rezeki kepadaku, cukupkanlah aku, dan selamatkanlah aku (dari berbagai macam penyakit).”

10). Sujud kedua, setelah selesai membaca bacaan duduk diantara dua sujud kemudian sujud kedua sambil mengucapkan اللَّهُ أَكْبَرُ (Allah Maha Besar) bacaan sujud kedua sama dengan ketika kita sujud pertama.

11). Kemudian berdiri untuk rakaat ke-2 sambil membaca اللَّهُ أَكْبَرُ (Allah Maha Besar) lalu kembali membaca surat Al-fatihah dan surat-surat pendek yang dipilih dalam Al-qur’an lainnya.

12). Rukuk dirakaat ke-2 sama dengan tata cara ketika rukuk dirakaat pertama begitupun dengan kalimat yang dibaca.

13). I’tidal rakaat ke-2

Untuk sholat subuh sebelum sujud membaca doa qunut terlebih dahulu dengan posisi berdiri dan mengangkat kedua tangan seperti berdoa.

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ –
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ –
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ –

وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ –
وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، –
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ –
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ –
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ –
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ –
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ –
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ –
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ –

Artinya :”

  • Ya Allah berilah aku petunjuk sebagai mana mereka yang telah Engkau beri petunjuk.
  • Dan berilah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau beri kesehatan.
  • Dan periharalah aku sebagai mana mereka yang telah engkau pelihara.
  • Dan berilah keberkahan kepadaku pada segala yang telah Engkau karuniakan.
  • Dan selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan.
  • Maka sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukum bukan yang kena hukum.
  • Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin.
  • Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya.
  • Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.
  • Maha bagi Engkau segala pujian diatas yang Engkau hukumkan.
  • Aku memohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.
  • (Dan semoga Allah) mencurahkan Rahmat dan kesejahteraan keatas jungjungan kami Nabi Muhammmad Saw., keluarga dan para sahabatnya.”

14). Sujud pertama di rakaat ke-2, setelah selesai membaca doa qunut kemudian sujud dengan mengucapkan lafadz اللَّهُ أَكْبَرُ (praktik dan bacaannya sama dengan sujud di rakaat pertama).

15). Duduk diantara dua sujud rakaat kedua (praktik dan bacaannya sama dengan sujud di rakaat pertama).

16). Sujud kedua dirakaat ke-2

17). Tasyahud

Dalam melakakukan sholat subuh maka langsung membaca tasyahud akhir (jika melakukan sholat lainnya; dzuhur, ashar, magrib dan isya) maka membaca tasyahud awal kemudian berdiri kembali untuk rakaat selanjutnya.

Bacaan tasyahud awal:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ للهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya : ”Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu milik Allah. Keselamatan atas engkau wahai Nabi Muhammad, demikian pula rahmat engkau dan berkah-Nya. Keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas seluruh hamba Allah yang shaleh – shaleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Bacaan tasyahud akhir:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ للهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Artinya : ”Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu milik Allah. Keselamatan atas engkau wahai Nabi Muhammad, demikian pula rahmat engkau dan berkah-Nya. Keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas seluruh hamba Allah yang shaleh – shaleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah limpahilah Rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad. Ya allah limpahilah Rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagai mana telah Engkau beri Rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Bahwasanya Engkau Tuhan yang sangat Terpuji lagi sangat Mulia di seluruh alam.”

18). Setelah selesai mambaca tahiyatul akhir kemudian salam (apabila sedang melakukan sholat subuh) dengan menghadapkan muka kita ke kanan sambil mengucapkan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Artinya : ”Semoga Allah melimpahkan keselamatan, Rahmat dan Keberkahan kepadamu.”

Lalu menghadapkan wajah kita ke kiri sambil mengucapkan salam yang sama.

Ketika kita sedang melakukan sholat yang jumlah rakaatnya lebih dari dua rakaat maka setelah tasyahud awal berdiri kembali untuk melakukan rakaat selanjutnya, misal melaksanakan sholat magrib yang jumlah rakaatnya ada 3 berdiri untuk melaksanakan rakaat terakhir.

Dirakaat ke-3 (juga ke-4 untuk sholat dzuhur, ashar dan isya) setelah membaca Al-fatihah tidak membaca surat pendek namun langsung rukuk).

Praktiknya sama dengan rakaat pertama sampai posisi untuk membaca tasyahud akhir kemudian salam.

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN

‘Mungkin Tahu Diri’ Dewi Perssik Tahu Alasan Angga Wijaya Tak Tuntut Harta Gono-gini Saat Perceraian, Singgung Sosok Pencuri Harta

Perceraian Dewi Perssik dan Angga Wijaya telah disahkan Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Senin (1/8/2022) lalu. Kembali menyandang status janda…

Bayi Baru Dilahirkan Dibuang Orang Tuanya di Depan Toko, Wanita Baik Hati ini Lakukan Hal di Luar Dugaan Hingga Banjir Pujian

Nasib malang menimpa seorang bayi yang dibuang orang tuanya sendiri. Bayi itu dibiarkan tergeletak di depan sebuah restoran cepat saji.…

Tak Ada Malunya Kawin Cerai Berulang Kali, Elly Sugigi Tiba-tiba Bongkar Perangai Sosok Mantan Kekasih yang Berondong hingga Singgung Soal Organ Intim: ‘Udah Berubah’

Elly Sugigi bongkar pengalamannya tidur dengan seorang berondong. Belakangan ini, nama Elly Sugigi memang sudah jarang didengar oleh publik. Artis…

Digendong Teuku Ryan, Insiden Kepala Anak Ria Ricis Kecengklak hingga Nangis Kejer Sukses Bikin Jantungan, Netizen: Dadaku Langsung Deg-degan

Setelah sebelumnya sempat dirahasiakan, akhirnya Ria Ricis mengungkap identitas putri pertamanya dengan Teuku Ryan dalam prosesi aqiqah. Terpantau dari kanal…

19 Tempat Wisata di Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi

Jawa Barat dan keindahan alamnya memang selalu membuat para wisatawan ingin kembali lagi mengunjungi Jawa Barat. Udara sejuk Jawa Barat…

‘Dulu Nyender Sekarang Nyindir’, Viral Video Rizwan Fadillah Saat Lari Mencium Nathalie Holscher, Sosok Anak Sule Banjir Kritikan

Di tengah retaknya rumah tangga Sule dan Nathalie Holscher, warganet menyoroti perubahan sikap Rizwan Fadillah. Video yang menampilkan kemanjaan Rizwan…

Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/MTs dan Jawabannya

Keterampilan berbahasa Indonesia memiliki peran yang penting, maka pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan bisa meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi menggunakan…

15 Tempat Wisata di Semarang yang Wajib Dikunjungi

Semarang yang menjadi kota metropolitan terbesar ke-5 di Indonesia ini memang memiliki banyak sekali tempat wisata yang dapat Anda datangi.…

18 Tempat Wisata di Kabupaten Kuningan yang Wajib Dikunjungi

Kuningan merupakan sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Memiliki letak paling barat di Pulau Jawa, membuat Kuningan memiliki banyak potensi…

17 Tempat Wisata di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi

Nama Bekasi ini diambil dari nama sungai yang melewati kota ini, yang berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan…