7 Fakta Bocah Ciamis Meninggal Dunia gegara Ponsel Meledak

IHM, bocah kelas 3 SD yang berusia sembilan tahun ditemukan tewas di kediamannya. IHM alami luka bakar pada bagian dadanya. Korban diduga meninggal dunia karena ponsel yang digunakan meledak.

Peristiwa nahas yang dialami bocah asal Desa Kiarapayung, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggemparkan masyarakat. Kejadian itu terjadi pada Rabu (3/8/2022).

Berikut ini fakta-fakta di balik peristiwa itu:

1). Ditemukan Tertelungkup

Kepala Desa Kiarapayung Dedi membenarkan kejadian ini. Menurut keterangan orang tuanya, sang anak pulang dari sekolahnya pada siang hari. Kemudian ia mengecas ponsel miliknya merek sambil memainkannya sambil tiduran di tengah rumah.

Kemudian ibundanya R, keluar rumah pergi ke warung untuk membeli makanan. IHM ditinggal bersama adiknya yang masih balita. Berselang setengah jam, R kembali ke rumah dan memanggil anaknya. Namun IHM tidak merespon.

Ketika masuk rumah, R melihat anaknya seperti tertidur dengan posisi telungkup di lantai tanpa alas. Ketika dibangun dibangunkan tapi tidak bangun dan curiga karena seluruh badannya bergerak. Ketika membalikkan tubuh anaknya, R pun kaget ponsel anaknya sudah berantakan tepat di sekitar bagian dada.

“Awal kejadiannya, anak pulang sekolah, lalu ibunya ke warung mencari makanan. Kejadian sekitar pukul 14.00 WIB. Keadaannya meninggal dunia,” ujar Kepala Desa Kiarapayung Dedi saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (4/8/2022).

2). Ibu Korban Histeris

Melihat anaknya meninggal dunia, R langsung berteriak histeris. Sontak tetangga dan warga sekitar pun berdatangan ke rumah korban. Setelah diperiksa bersama-sama, ternyata IHM sudah tidak bernyawa.

“Jadi saat mau dibangunkan semua badannya bergerak. Ketika dibalikkan badannya, ibunya langsung histeris karena korban meninggal dunia dengan luka bakar di dadanya. Warga pun langsung berdatangan,” jelasnya.

Dedi menduga korban meninggal dunia karena ponsel yang biasa dipakai bocah itu meledak. Hal itu terlihat dari ponsel yang ditemukan baterainya sudah pecah dan berantakan. Sedangkan kabel charger masih utuh.

3). Luka Bakar di Dada

Kondisi ponsel milik IHM berserakan. Baterai ponsel pecah. Namun, kabelnya masih utuh.

“Saat saya ikut memandikan mengurusnya, melihat di dadanya terdapat luka sebesar telapak tangan. Disinyalir ada kelainan di HP-nya. Pecah, baterainya itu agak cembung. Bukan dari aliran listrik,” jelas Dedi.

Dedi menegaskan luka bakar yang dialami korban tepat di bagian tengah dada bawah leher. “Luka bakar itu diraba sangat lembek,” ucapnya.

4). Ponsel Jadul

Dedi menjelaskan ponsel yang meledak itu kondisinya sudah cukup lama. Menurut keterangan orang tua korban, ponsel itu biasa digunakan bersama R ibunya dan IHM anaknya.

Selain digunakan untuk menghubungi ayahnya DYT yang bekerja sebagai buruh bangunan di Bogor, ponsel juga sempat digunakan untuk belajar daring pada saat pandemi COVID-19. Saat diisi daya, ponsel Android itu dicas tidak menggunakan adaptor original.

“Ponselnya memang sudah jadul. Katanya dulu sempat diperbaiki. Kalau belinya kapan memang tidak ingat,” ungkap Kepala Desa Kiarapayung Dedi menurut keterangan orang tua korban.

5). Meninggal karena Ponsel Meledak

Dedi menjelaskan peristiwa itu terjadi setelah IHM pulang dari sekolah. Menurut pihak keluarga, korban dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit.

“Kondisinya sehat. Semalam ada dari kepolisian dan dari puskesmas ada. Sudah dilakukan pemeriksaan. Dipastikan meninggal karena luka bakar di bagian dadanya,” ujar Dedi, Kamis (4/8/2022).

6). Ponsel Sedang Diisi Daya

DYT, ayah korban, mengaku kaget dan sedih mendapat kabar tersebut saat ia bekerja di Bogor sebagai buruh bangunan.

Setelah mendapat kabar anaknya meninggal dunia, ia pun langsung bergegas pulang ke Ciamis. Ia tak menyangka anak pertamanya mengalami kejadian nahas tersebut.

“Nggak tahu kronologis pastinya. Menurut cerita ibunya, setelah ibunya pulang dari warung sudah kejadian kayak begitu,” ujar DYT, saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/8/2022).

DYT bercerita pada waktu kejadian di rumahnya hanya ada anak pertamanya dan adiknya. Sebelum kejadian, IHM bermain handphone (HP) atau ponsel sambil di-charge. Pada waktu itu, adiknya yang baru berumur 2 tahun ke luar dari rumah menghampiri neneknya yang berada di luar rumah sambil menangis.

7). Kata Pakar soal Ponsel Meledak

Kepala Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung (ITB) Adi Indrayanto mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi akibat adanya kebocoran pada baterai ponsel yang sedang digunakan.

“Itu bukan meledak sebenernya, baterainya kan kembung kalau baterai kembung itu ada kebocoran harusnya enggak boleh dipakai. Biasanya kalau baterai kembung itu udah lama atau baterai bekas untuk baterai kembung itu kalau dicas makin kembung,” kata Adi saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (4/8/2022).

Adi memperkirakan, baterai yang sudah kembung kemudian tetap dicas akan membuat baterai bisa menekan komponen lain di dalam ponsel seperti motherboard dan LCD.

Ia menjelaskan karena terus tertekan, komponen di ponsel akan ‘meledak’. Namun meledak yang dimaksud Adi bukan seperti ledakan petasan apalagi bom. Dari ledakan itu juga memungkinkan menimbulkan percikan api yang membuat motherboard menjadi konslet.

“Nah kalau kembung kan pasti nekan ke motherboard sama LCD kan, jadi pecah gak meledak kayak petasan. LCD pecah kan sirkuitnya sama motherboardnya itu konslet dan terjadi terbakar yah tapi gak meledak kayak bom gitu,” ujarnya.

sumber: detik.com

Berita terkait:
JANGAN LEWATKAN