7 Anggota Paskibra Ini Mendadak Dijemput Ajal, Ada yang Kelelahan Hingga Meninggal Dunia Karena Kecelakaan

Subtitle goes here

By:

Agustus 18, 2021

Shares

1.3 of 3 Users
Loading...

Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus tentunya tak lepas dari kisah para Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Di setiap tahunnya, selalu ada kisah dari Paskibra yang menjadi viral dan perbincangan publik, mengingat kembali posisi mereka sebagai pengibar Bendera Merah Putih dalam upacara peringatan proklamasi Kemerdekaan Indonesia di tiga tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional.

Namun untuk kali ini, bukan sesuatu hal yang membanggakan yang akan dibahas, melainkan dari sisi kejadian tak terduga yang berujung hilangnya nyawa deretan anggota Paskibra.

Sedikitnya ada tujuh kisah pilu anggota Paskibra meninggal dunia yang terangkum, berikut informasinya dilansir dari TribunPekanbaru.com.

1. Ramdani

Diawali dengan kisah calon anggota Paskibra dari Garut, Jawa Barat, atas nama Ramdani (17) pada tahun 2009 silam.

Di tengah euforia para calon anggota Paskibra, dalam menyambut momen pemberian ucapan selamat dari Bupati Garut atas lolosnya 60 orang dari jumlah peserta seleksi sebanyak 233 orang yang berasal dari SMA/SMK se-Kabupaten Garut, mendadak Ramdani terjatuh dan meninggal seketika di halaman rumah dinas Bupati Garut.

Kematian siswa kelas XI SMK Cilawu tersebut diduga akibat luapan emosi kegembiraannya, sebab almarhum saat itu dalam keadaan sehat.

2. Kristian Natalis Luis

Lanjut di tahun 2014, mencuat kisah pilu dari anggota Paskibra bernama Kristian Natalis Luis (16).

Anggota Paskibra Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini meninggal dunia sebelum berhasil melaksanakan tugasnya sebagai Pasukan Pengibar Bendera.

Dan pilunya lagi, Kristian meninggal dalam kecelakaan maut bersama temannya Yoseph Ronaldo (16), yang saat itu hendak pergi ke tempat latihan Paskibra.

Sepeda motor mereka menabrak truk yang datang dari arah berlawanan, dan menyebabkan Kristian meninggal di tempat.

3. Imam Rianto

Mengunjungi air terjun Batu Roto di Desa Batu Roto, Kecamatan Kerkap, untuk liburan, Imam Rianto malah meregang nyawa karena tenggelam.

Imam yang terpisah dengan temannya terseret air dan tenggelam. Kejadian pilu yang menimpa anggota Paskibra ini terjadi pada tahun 2015 silam.

4. Agung Zainal Abidin

Peristiwa di tahun 2016 yang dialami anggota Paskibra Kecamatan Serai Serumpun, Jambi, bernama Agung Zainal Abidin (16) ini justru terjadi setelah dirinya melaksanakan tugasnya.

Namun di tugas keduanya, upacara penurunan bendera, Agung mengeluh sakit diduga karena kelelahan.

Agung pun dilarikan ke puskesmas terdekat, namun malang saat hendak dirujuk ke RS Tebo, Agung menghembuskan nafas terakhirnya.

5. Aknes Yuriko

Kisah kepergian Aknes Yuriko adalah salah satu kisah yang sangat viral pada waktunya, di tahun 2017.

Pasalnya, Yuriko turut meninggalkan pesan terakhirnya di Facebook, pada saat dirinya dirawat di rumah sakit akibat kelelahan latihan.

“PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini,” demikian status terakhirnya.

Pilu, dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-16, Aknes menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Undata Palu, Sulawesi Tengah.

6.Aritya Syamsuddin

Dua hari jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, Aritya Syamsuddin yang seharusnya mengemban tugas mengibarkan bendera pusaka malah dipanggil menghadap Ilahi.

Paskibra di Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini meninggal dunia di RSUD I Lagalijo Jalan Sangkurwira pada tahun 2017.

7. Aurellia Qurrota Ain

Terakhir, kisah yang tak kalah memilukan datang dari Aurellia Qurrota Ain, anggota Paskibra perwakilan dari SMA Islam Al Azhar BSD Serpong.

Enam belas hari sebelum menunaikan tugasnya, tepatnya pada 1 Agustus 2019, siswi kelas XI MIPA 3 ini pergi menghadap Ilahi.

Kepergian Aurellia ini seketika menjadi viral dan topik perbincangan di media sosial dan media online. Ini bukan hanya karena kabar duka atas kepergiannya, tapi juga hal menjanggal yang turut mewarnai kepergiannya.

Diungkap paman almarhumah, Romi, tubuh keponakannya itu terdapat lebam-lebam, indikasi dari tindakan kekerasan.

“Tubuhnya lebam membiru. Aurel juga sempat cerita kalau pernah dipukul oleh seniornya di Paskibra,” ungkap Romi.

0 Comment

Leave a Comment